#2cinta1hati_story Instagram Photos & Videos

Statistics

We looked inside some of the posts tagged with #2cinta1hati_story and here's what we found interesting.

Inside 24 Posts

Time between posts:
986 hours
Average like
87.8
Average comment
13.1
Posts with video
1/24
Posts with photo
23/24

Hashtag Popularity

@chatya_chacha Profile picture

@chatya_chacha

Alhamdulillah, akhirnya jadi juga ini video. Walau sempat ada mis sebelum pembuatannya, 😁😁 Terima kasih @cv_intishar_publishing untuk videonya. Walaupun jujur saya geli. Gak tahu kenapa, kemarin pas lihat pertama kali bawahannya pengin ketawa. Sampai-sampai teman di kantor heran 😂😂😂
Terima kasih juga untuk semua cast & kru yang sudah rela menyisihkan waktunya demi pembuatan video ini 🙏🙏 **** Buat kamu yang belum order buku 2C1H semoga makin penasaran ya dengan adanya video ini 😄😄😄 #promomacamapaini 😆😆 Kalau lihat videonya aja baper, apalagi kalau baca bukunya, pasti bisa tambah baper 😁😁 Jadi buat kamu yg belum punya bukunya, buruan deh di order dan miliki bukunya 😊😊 **** #2c1h #2cinta1hati #2cinta1hati_story #novel2cinta1hati #novelduacintasatuhati #videoduacintasatuhati #video2c1h #ramonstory #ramonlovers #rml #keyva #keyvalovers #ramon #rayamondy #rayamondylovestory #kreatif #pustakawan #pustakawanbergerak #pustakawanberkarya #pustakawansekolah #pustakawankece #pustakawanpunyacerita #wattpadindonesia

Alhamdulillah, akhirnya jadi juga ini video. Walau sempat ada mis sebelum pembuatannya, 😁😁 Terima kasih @cv_intishar_publishing untuk videonya. Walaupun jujur saya geli. Gak tahu kenapa, kemarin pas lihat pertama kali bawahannya pengin ketawa. Sampai-sampai teman di kantor heran 😂😂😂
Terima kasih juga untuk semua cast & kru yang sudah rela menyisihkan waktunya demi pembuatan video ini 🙏🙏 **** Buat kamu yang belum order buku 2C1H semoga makin penasaran ya dengan adanya video ini 😄😄😄 #promomacamapaini 😆😆 Kalau lihat videonya aja baper, apalagi kalau baca bukunya, pasti bisa tambah baper 😁😁 Jadi buat kamu yg belum punya bukunya, buruan deh di order dan miliki bukunya 😊😊 **** #2c1h #2cinta1hati #2cinta1hati_story #novel2cinta1hati #novelduacintasatuhati #videoduacintasatuhati #video2c1h #ramonstory #ramonlovers #rml #keyva #keyvalovers #ramon #rayamondy #rayamondylovestory #kreatif #pustakawan #pustakawanbergerak #pustakawanberkarya #pustakawansekolah #pustakawankece #pustakawanpunyacerita #wattpadindonesia
25 0 9 January, 2019
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 122

Akupun langsung membantunya berdiri. "Mbak, mbak sedang hamil? Mbak ngga apa-apa kan?" tanyaku khawatir padanya.

Tapi bukannya menjawab, wanita itu malah menatap Kak Bani, begitupun Kak Bani yang ternyata sudah menatap wanita itu. Ada apa..? Apa mereka saling kenal..? "Dia istri aku Prill.." kata Kak Bani sambil menggandeng tangan wanita itu. "Apa? Istri? Kak Bani udah nikah? Sejak kapan Kak?" Tanyaku tak percaya. "Sejak 6 bulan yg lalu.." katanya sambil tersenyum. "Tapi.. tapi kenapa Kak Bani ngga ngabarin kita? Kenapa Kak Bani ngga ngundang kita? Apa Kak Bani benci sama aku?" Tanyaku. "Aku ngga benci kok sama kamu. Kenapa aku ga ngabarin kamu saat aku nikah itu karena aku nikahpun hanya acara keluarga biasa. Saat itu Papa kritis dan ingin melihat aku menikah sebelum dia pergi. Akhirnya kami menikah di rumah sakit. Jadi aku ga bisa ngabarin siapa2 karena benar2 hanya keluarga aku dan istri aku aja." Jelasnya panjang lebar. "Aku ikut bahagia melihat Kak Bani bahagia.." kataku tersenyum. "Yaudah kita pamit dulu yaa, udah sore banget nih. Li gue cabut duluan yaa. Kapan2 gue mampir ke apartement lo.." kata Kak Bani sambil menuju mobilnya. "Siiip. Gue tunggu Ban.." ********** Akhirnya semua berakhir bahagia. Aku bahagia dengan kehidupanku bersama Kak Ali. Dan Kak Bani aku lihat juga dia bahagia bersama istrinya. Mereka masing2 punya tempat tersendiri dihatiku.
___END___

#2cinta1hati_story

Part 122

Akupun langsung membantunya berdiri. "Mbak, mbak sedang hamil? Mbak ngga apa-apa kan?" tanyaku khawatir padanya.

Tapi bukannya menjawab, wanita itu malah menatap Kak Bani, begitupun Kak Bani yang ternyata sudah menatap wanita itu. Ada apa..? Apa mereka saling kenal..? "Dia istri aku Prill.." kata Kak Bani sambil menggandeng tangan wanita itu. "Apa? Istri? Kak Bani udah nikah? Sejak kapan Kak?" Tanyaku tak percaya. "Sejak 6 bulan yg lalu.." katanya sambil tersenyum. "Tapi.. tapi kenapa Kak Bani ngga ngabarin kita? Kenapa Kak Bani ngga ngundang kita? Apa Kak Bani benci sama aku?" Tanyaku. "Aku ngga benci kok sama kamu. Kenapa aku ga ngabarin kamu saat aku nikah itu karena aku nikahpun hanya acara keluarga biasa. Saat itu Papa kritis dan ingin melihat aku menikah sebelum dia pergi. Akhirnya kami menikah di rumah sakit. Jadi aku ga bisa ngabarin siapa2 karena benar2 hanya keluarga aku dan istri aku aja." Jelasnya panjang lebar. "Aku ikut bahagia melihat Kak Bani bahagia.." kataku tersenyum. "Yaudah kita pamit dulu yaa, udah sore banget nih. Li gue cabut duluan yaa. Kapan2 gue mampir ke apartement lo.." kata Kak Bani sambil menuju mobilnya. "Siiip. Gue tunggu Ban.." ********** Akhirnya semua berakhir bahagia. Aku bahagia dengan kehidupanku bersama Kak Ali. Dan Kak Bani aku lihat juga dia bahagia bersama istrinya. Mereka masing2 punya tempat tersendiri dihatiku. 
___END___

#2cinta1hati_story
103 29 18 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 120 "Ngga kok, aku udah sembuh." Nah Lohh.. benar kan apa yang aku duga. Kak Ali udah sembuh cuma dia sedang ngerjain aku aja. Huufftt dasarr.. Akupun langsung menjewer kupingnya. "Aww.. aww.. aw.. sayang.. kamu ngapain sihh.." "Ini hukuman buat Kak Ali karena udah ngerjain aku." "Astaga sayang.. kalo aku ngga pura2 sakit mungkin kamu ngga akan mau dimanja2 sama aku." Katanya membela diri. "Trus gimana kalau aku benar2 hamil dan kejadian hampir keguguran seperti dulu terulang lagi gara2 aku kecapean..? Apa Kak Ali mau aku Bed Rest selama 2 minggu lagi..?" Tanyaku sedikit kesal. "Kamu gila yaa!! ngga,, aku ngga mau itu terulang lagi. Kalo kamu hamil akan aku pastikan bukan si Adit yang jd dokter kamu, jadi dia ngga bisa ngasih aturan sialan itu untuk kita." "Kak.. Kak Ali udah janji kan ngga akan menyumpah di hadapan Zidan..?" "Oo iyaa.. aku lupa.. maaf.." katanya sambil cengengesan, dan aku hanya menggeleng2kan kepalaku. ********* Sorenya..... Setelah aku memilih beberapa alat tes kehamilan, akupun bergegas ke kasir dan membayarnya. Kak Ali emang mengantarku, tapi dia hanya munungguku di dalam mobil bersama Zidan. Ketika aku keluar apotek, betapa kagetnya aku melihat pemandangan yang ada di hadapanku. Kak Ali sedang menggendong Zidan dan sedang berbicara dengan seseorang. Orang yang sudah 3 tahun ini tak aku temui. Dia Kak Bani.

#2cinta1hati_story

Part 120 "Ngga kok, aku udah sembuh." Nah Lohh.. benar kan apa yang aku duga. Kak Ali udah sembuh cuma dia sedang ngerjain aku aja. Huufftt dasarr.. Akupun langsung menjewer kupingnya. "Aww.. aww.. aw.. sayang.. kamu ngapain sihh.." "Ini hukuman buat Kak Ali karena udah ngerjain aku." "Astaga sayang.. kalo aku ngga pura2 sakit mungkin kamu ngga akan mau dimanja2 sama aku." Katanya membela diri. "Trus gimana kalau aku benar2 hamil dan kejadian hampir keguguran seperti dulu terulang lagi gara2 aku kecapean..? Apa Kak Ali mau aku Bed Rest selama 2 minggu lagi..?" Tanyaku sedikit kesal. "Kamu gila yaa!! ngga,, aku ngga mau itu terulang lagi. Kalo kamu hamil akan aku pastikan bukan si Adit yang jd dokter kamu, jadi dia ngga bisa ngasih aturan sialan itu untuk kita." "Kak.. Kak Ali udah janji kan ngga akan menyumpah di hadapan Zidan..?" "Oo iyaa.. aku lupa.. maaf.." katanya sambil cengengesan, dan aku hanya menggeleng2kan kepalaku. ********* Sorenya..... Setelah aku memilih beberapa alat tes kehamilan, akupun bergegas ke kasir dan membayarnya. Kak Ali emang mengantarku, tapi dia hanya munungguku di dalam mobil bersama Zidan. Ketika aku keluar apotek, betapa kagetnya aku melihat pemandangan yang ada di hadapanku. Kak Ali sedang menggendong Zidan dan sedang berbicara dengan seseorang. Orang yang sudah 3 tahun ini tak aku temui. Dia Kak Bani.

#2cinta1hati_story
89 13 18 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 119

Tiga tahun kemudian.... "Sayang... Sayang... Dia pipis sembarangan lagi.." Aku menggeleng mendengar suara manja Kak Ali. Pagi ini dia benar2 sangat menyebalkan. Sudah berapa kali aku masak hanya karena dia tidak selera makan dan menyuruhku memasak masakan lainnya. Jika merawat nenek2 jompo yang sudah pikun menjengkelkan maka merawat Kak Ali yang sedang sakit akan 10 kali lipat lebih menjengkelkan lagi.

Belum lagi Zidan, putra pertama kami yang nakalnya sudah seperti iblis. Ok, aku emang keterlaluan karena menyamakan anakku sendiri dengan iblis, tapi demi Tuhan... Zidan benar2 sangat nakal dan bandel. Kata Mami Zidan sudah seperti jelmaan Kak Ali saat kecil. Yaahhh.. memang, tampang dan kelakuannya mirip sekali dengan papanya. "Astaga sayang... Apa kamu ga bisa sedikit membantu aku? aku benar2 sangat capek." Yahh.. aku memang sangat capek menghadapi kelakuan mereka berdua yang sepertinya kompak mengerjaiku. Kak Ali sepertinya sudah sembuh tapi dia enggan kemana2 seakan2 dia ngga mau sembuh dan hanya ingin bermanja-manjaan denganku. "Yaudah,, aku bantu kamu.." katanya mengalah. Kak Ali yang sekarang memang sudah berubah, dia jadi semakin dewasa, meskipun sikap cuek dan sikap menjengkelkannya yang lain sering kambuh. Tapi bagiku dia menjadi sosok ayah yang sempurna untuk Zidan. "Sayang, nanti sore anterin aku yaa.." kataku. Kalian jangan kaget klo aku memanggil Kak Ali dengan sebutan sayang, itu sudah kulakukan sejak 3 tahun yang lalu. Hehehe. "Kemana? engga ahh.. kita di rumah aja." Tolak Kak Ali. "Ke apotek di ujung jalan, dekat apartemen kita.." jawabku kemudian.

Yah.. saat ini kami memang tinggal di apartemen bukan di rumah kak Ali, kata kak Ali biar kami bisa hidup lebih mandiri. "Mau ngapain ke apotek..?" "Aku udah telat dua minggu, aku fikir----" "Apa? Kamu hamil??" tanyanya mengagetkanku. "Ngga.. aku juga belum yakin.." "Ok,, nanti sore aku anterin kamu. Sekarang kamu istirahat aja, biar aku yang beresin semuanya." Katanya kemudian. "Kak Ali kan masih sakit..." #2cinta1hati_story

Part 119

Tiga tahun kemudian.... "Sayang... Sayang... Dia pipis sembarangan lagi.." Aku menggeleng mendengar suara manja Kak Ali. Pagi ini dia benar2 sangat menyebalkan. Sudah berapa kali aku masak hanya karena dia tidak selera makan dan menyuruhku memasak masakan lainnya. Jika merawat nenek2 jompo yang sudah pikun menjengkelkan maka merawat Kak Ali yang sedang sakit akan 10 kali lipat lebih menjengkelkan lagi.

Belum lagi Zidan, putra pertama kami yang nakalnya sudah seperti iblis. Ok, aku emang keterlaluan karena menyamakan anakku sendiri dengan iblis, tapi demi Tuhan... Zidan benar2 sangat nakal dan bandel. Kata Mami Zidan sudah seperti jelmaan Kak Ali saat kecil. Yaahhh.. memang, tampang dan kelakuannya mirip sekali dengan papanya. "Astaga sayang... Apa kamu ga bisa sedikit membantu aku? aku benar2 sangat capek." Yahh.. aku memang sangat capek menghadapi kelakuan mereka berdua yang sepertinya kompak mengerjaiku. Kak Ali sepertinya sudah sembuh tapi dia enggan kemana2 seakan2 dia ngga mau sembuh dan hanya ingin bermanja-manjaan denganku. "Yaudah,, aku bantu kamu.." katanya mengalah. Kak Ali yang sekarang memang sudah berubah, dia jadi semakin dewasa, meskipun sikap cuek dan sikap menjengkelkannya yang lain sering kambuh. Tapi bagiku dia menjadi sosok ayah yang sempurna untuk Zidan. "Sayang, nanti sore anterin aku yaa.." kataku. Kalian jangan kaget klo aku memanggil Kak Ali dengan sebutan sayang, itu sudah kulakukan sejak 3 tahun yang lalu. Hehehe. "Kemana? engga ahh.. kita di rumah aja." Tolak Kak Ali. "Ke apotek di ujung jalan, dekat apartemen kita.." jawabku kemudian.

Yah.. saat ini kami memang tinggal di apartemen bukan di rumah kak Ali, kata kak Ali biar kami bisa hidup lebih mandiri. "Mau ngapain ke apotek..?" "Aku udah telat dua minggu, aku fikir----" "Apa? Kamu hamil??" tanyanya mengagetkanku. "Ngga.. aku juga belum yakin.." "Ok,, nanti sore aku anterin kamu. Sekarang kamu istirahat aja, biar aku yang beresin semuanya." Katanya kemudian. "Kak Ali kan masih sakit..." #2cinta1hati_story
99 18 18 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 117 "Aku mencintaimu sejak melihat fotomu yang ini.." Kata Kak Ali sambil menunjukkan padaku sebuah foto gadis kecil yang aku tau itu adalah foto aku saat aku berusia sekitar 12 tahun. Kenapa dia bisa punya foto aku? "Kamu ngga percaya?" tanyanya kemudian.

Dan aku hanya menggeleng. Apa dia bercanda? Dia ngga mungkin langsung jatuh cinta sama aku hanya karena melihat foto aku yang masih belia. "Itu hak kamu klo ngga percaya, tapi aku benar2 mencintai kamu sejak saat itu. Sampai2 aku pernah mengintaimu di Surabaya hanya karena aku ngga bisa menahan diri utk melihat kamu dr jarak dekat." Lanjutnya kemudian. "Mengintai? Jangan2 Kak Ali adalah orang gila tampan yang dimaksud teman2 dan satpam kampusku waktu itu yaa.." "Orang gila tampan..?" "Iya... mereka bilang ada orang gila tampan yang sedang mengikuti kami dengan mobil sportnya.. Apa itu benar-benar Kak Ali..?" "Sialan, mereka belum tau aja gimana kerennya orang gila yang mereka sebutin itu." Akupun tertawa mendengar kata2 Kak Ali tersebut. Kak Alipun ikut tertawa bersamaku.

Lalu tiba2 Kak Ali memegang daguku, mendekatkan diri dan kamipun berciuman dengan sangat lembut. Ciuman yang mampu membakarku seketika. Astaga.. dia benar2 mampu membuatku gila hanya karena ciumannya.

#2cinta1hati_story

Part 117 "Aku mencintaimu sejak melihat fotomu yang ini.." Kata Kak Ali sambil menunjukkan padaku sebuah foto gadis kecil yang aku tau itu adalah foto aku saat aku berusia sekitar 12 tahun. Kenapa dia bisa punya foto aku? "Kamu ngga percaya?" tanyanya kemudian.

Dan aku hanya menggeleng. Apa dia bercanda? Dia ngga mungkin langsung jatuh cinta sama aku hanya karena melihat foto aku yang masih belia. "Itu hak kamu klo ngga percaya, tapi aku benar2 mencintai kamu sejak saat itu. Sampai2 aku pernah mengintaimu di Surabaya hanya karena aku ngga bisa menahan diri utk melihat kamu dr jarak dekat." Lanjutnya kemudian. "Mengintai? Jangan2 Kak Ali adalah orang gila tampan yang dimaksud teman2 dan satpam kampusku waktu itu yaa.." "Orang gila tampan..?" "Iya... mereka bilang ada orang gila tampan yang sedang mengikuti kami dengan mobil sportnya.. Apa itu benar-benar Kak Ali..?" "Sialan, mereka belum tau aja gimana kerennya orang gila yang mereka sebutin itu." Akupun tertawa mendengar kata2 Kak Ali tersebut. Kak Alipun ikut tertawa bersamaku.

Lalu tiba2 Kak Ali memegang daguku, mendekatkan diri dan kamipun berciuman dengan sangat lembut. Ciuman yang mampu membakarku seketika. Astaga.. dia benar2 mampu membuatku gila hanya karena ciumannya.

#2cinta1hati_story
100 8 17 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 110

Ok. Sekarang aku jadi semakin bingung. Jadi semua ini hanya sandiwara? Sandiwara buat bikin aku cemburu dan mengungkapkan perasaanku sama Kak Ali? Gila. Bener2 gila! Apa dia ngga mikir kalo ini hampir aja membuat kami kehilangan bayi kami? "Ok. Sekarang kalian pergi! Gue mau selesain ini lagi." Lagi2 Kak Ali mengusir Dokter Adit. "Lo jg keluar Ren!" Kak Ali jg mengusir Shiren. "Sialan lo... Trus ngapain tadi Lo panggil kita..?" "Dia ngga percaya sama gue. Udah sana pergi.." usir Kak Ali lagi dengan cueknya.

Dokter Adit pun pergi lengkap dengan umpatan dan sumpah serapahnya kepada Kak Ali, sedangkan Shiren hanya menggeleng2kan kepalanya sambil tersenyum melihat kelakuan dua lelaki dewasa di hadapannya yang mirip dengan kucing dan tikus. "Gimana? kamu udah percaya kan?" tanya Kak Ali sambil duduk di pinggiran ranjang yang aku tiduri. Aku hanya memalingkan wajahku, entah kenapa ada perasaan bahagia saat mengingat ini sandiwara hanya karena Kak Ali gak berani mengungkapkan rasa sayangnya sama aku. Tapi tetap aja aku merasa kesal karena dia benar2 keterlaluan. "Prill.. Maafin aku yaa. Aku bener2 keterlaluan. Aku sayang sama kamu tapi aku pikir kamu masih cinta sama si Bani. Kamu mau kan maafin aku? Kita mulai semua nya lagi dari awal. Kamu mau kan sayang?" Kata Kak Ali lirih sambil menggenggam tanganku. "Aku emang masih cinta sama kak Bani. Semua org punya masa lalu. Dan masa lalu itu ga mudah utk dihapus dr hati kita..." Jawabku jujur.

Aku melihat wajah Kak Ali memucat. "Tapi aku lebih cinta sama Kak Ali. Aku sayang dan cinta sama Kak Ali. Aku ga mau kehilangan Kak Ali. Jadi pliss. Jangan lakuin ini lagi Kak.."lanjutku kemudian. Dan tanpa kusangka dia langsung memelukku menciumi leher dan tengkukku. "Aku janji aku ngga akan nglakuin ini lagi." Katanya sambil menatapku tajam, dan diapun langsung mencium bibirku. Melumatnya secara halus dan membuatku bergetar hanya karena ciumannya. "Ingat Li dia harus bed Rest selama 2 minggu.." kata Dokter Adit yang tiba2 muncul di balik pintu dengan senyumannya. "Br*ngsek Lo...." Umpat Kak Ali yang langsung dapat cubitan dariku. "Aww,, kamu kenapa sihh..?" lanjutnya lagi sambil menatapku.

#2cinta1hati_story

Part 110

Ok. Sekarang aku jadi semakin bingung. Jadi semua ini hanya sandiwara? Sandiwara buat bikin aku cemburu dan mengungkapkan perasaanku sama Kak Ali? Gila. Bener2 gila! Apa dia ngga mikir kalo ini hampir aja membuat kami kehilangan bayi kami? "Ok. Sekarang kalian pergi! Gue mau selesain ini lagi." Lagi2 Kak Ali mengusir Dokter Adit. "Lo jg keluar Ren!" Kak Ali jg mengusir Shiren. "Sialan lo... Trus ngapain tadi Lo panggil kita..?" "Dia ngga percaya sama gue. Udah sana pergi.." usir Kak Ali lagi dengan cueknya.

Dokter Adit pun pergi lengkap dengan umpatan dan sumpah serapahnya kepada Kak Ali, sedangkan Shiren hanya menggeleng2kan kepalanya sambil tersenyum melihat kelakuan dua lelaki dewasa di hadapannya yang mirip dengan kucing dan tikus. "Gimana? kamu udah percaya kan?" tanya Kak Ali sambil duduk di pinggiran ranjang yang aku tiduri. Aku hanya memalingkan wajahku, entah kenapa ada perasaan bahagia saat mengingat ini sandiwara hanya karena Kak Ali gak berani mengungkapkan rasa sayangnya sama aku. Tapi tetap aja aku merasa kesal karena dia benar2 keterlaluan. "Prill.. Maafin aku yaa. Aku bener2 keterlaluan. Aku sayang sama kamu tapi aku pikir kamu masih cinta sama si Bani. Kamu mau kan maafin aku? Kita mulai semua nya lagi dari awal. Kamu mau kan sayang?" Kata Kak Ali lirih sambil menggenggam tanganku. "Aku emang masih cinta sama kak Bani. Semua org punya masa lalu. Dan masa lalu itu ga mudah utk dihapus dr hati kita..." Jawabku jujur.

Aku melihat wajah Kak Ali memucat. "Tapi aku lebih cinta sama Kak Ali. Aku sayang dan cinta sama Kak Ali. Aku ga mau kehilangan Kak Ali. Jadi pliss. Jangan lakuin ini lagi Kak.."lanjutku kemudian. Dan tanpa kusangka dia langsung memelukku menciumi leher dan tengkukku. "Aku janji aku ngga akan nglakuin ini lagi." Katanya sambil menatapku tajam, dan diapun langsung mencium bibirku. Melumatnya secara halus dan membuatku bergetar hanya karena ciumannya. "Ingat Li dia harus bed Rest selama 2 minggu.." kata Dokter Adit yang tiba2 muncul di balik pintu dengan senyumannya. "Br*ngsek Lo...." Umpat Kak Ali yang langsung dapat cubitan dariku. "Aww,, kamu kenapa sihh..?" lanjutnya lagi sambil menatapku.

#2cinta1hati_story
95 8 17 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 109 "Ok Fine! Kalo kamu ngga percaya, mereka yang akan jelasin sama kamu." Katanya sambil pergi dan menutup pintu ruanganku dengan sangat keras.

Kak Ali keluar cukup lama, aku memikirkan apa yang sebenarnya terjadi di antara kami, kenapa Kak Ali tadi bilang klo semuanya hanya sandiwara ? Tiba2 pintu di buka, menampilkan sosok yang sangat aku benci. Siapa lagi klo bukan Shiren si cewek genit itu. "Haii Prill.. akhirnya kita ketemu lagi." Katanya lembut sambil tersenyum dan melambaikan tangannya. Dia tidak sendiri, dia bersama Kak Alii dan Dokter Adit. Apa yang terjadi? Kenapa Dokter Adit juga ikut masuk? "Aku perkenalkan lagi. Dia Shiren, sahabatku. Dan itu Dokter Adit, suaminya." Kata Kak Ali datar. Aku melihat mereka dengan tatapan tak percaya. Sedangkan Dokter Adit hanya tersenyum dan mengangguk. "Lohh... Tapi.. tadi.. Dokter Adit bilang----" "Semuanya rencana aku.." Kata Kak Ali datar dan cuek. "Apa?" "Hahhaaha iya Prill. Semua rencana Ali, kami ngga ada apa2 kok. ALi cuma pengen tau seberapa besar kamu sayang sama dia.." "Udah deh Ren!! ngga perlu panjang lebar, ceritain aja kalo kita ngga ada hubungan apa2." Potong Kak Ali kemudian. "Iyaa.. yang penting kami ngga ada hubungan apa2. Ali cuma sayang sama kamu tapi dia------" "Cukup!! Kayaknya lo udah terlalu banyak ngomong deh ..." kata Kak Ali memotong kalimat Shiren. "Hahhaa akuin aja lah Li kalo Lo emang cinta mati sama Prilly tapi Lo takut ngungkapinnya, karena Lo ngga tau perasaan Prilly ke Lo, makanya Lo pake cara sialan ini buat bikin Prilly cemburu.." Kata Dokter Adit sambil menahan tawanya. "Br*ngsek Lo!! Terus aja Lo omongin semuanya. Puas kan Lo??" Umpat Kak Ali.

#2cinta1hati_story

Part 109 "Ok Fine! Kalo kamu ngga percaya, mereka yang akan jelasin sama kamu." Katanya sambil pergi dan menutup pintu ruanganku dengan sangat keras.

Kak Ali keluar cukup lama, aku memikirkan apa yang sebenarnya terjadi di antara kami, kenapa Kak Ali tadi bilang klo semuanya hanya sandiwara ? Tiba2 pintu di buka, menampilkan sosok yang sangat aku benci. Siapa lagi klo bukan Shiren si cewek genit itu. "Haii Prill.. akhirnya kita ketemu lagi." Katanya lembut sambil tersenyum dan melambaikan tangannya. Dia tidak sendiri, dia bersama Kak Alii dan Dokter Adit. Apa yang terjadi? Kenapa Dokter Adit juga ikut masuk? "Aku perkenalkan lagi. Dia Shiren, sahabatku. Dan itu Dokter Adit, suaminya." Kata Kak Ali datar. Aku melihat mereka dengan tatapan tak percaya. Sedangkan Dokter Adit hanya tersenyum dan mengangguk. "Lohh... Tapi.. tadi.. Dokter Adit bilang----" "Semuanya rencana aku.." Kata Kak Ali datar dan cuek. "Apa?" "Hahhaaha iya Prill. Semua rencana Ali, kami ngga ada apa2 kok. ALi cuma pengen tau seberapa besar kamu sayang sama dia.." "Udah deh Ren!! ngga perlu panjang lebar, ceritain aja kalo kita ngga ada hubungan apa2." Potong Kak Ali kemudian. "Iyaa.. yang penting kami ngga ada hubungan apa2. Ali cuma sayang sama kamu tapi dia------" "Cukup!! Kayaknya lo udah terlalu banyak ngomong deh ..." kata Kak Ali memotong kalimat Shiren. "Hahhaa akuin aja lah Li kalo Lo emang cinta mati sama Prilly tapi Lo takut ngungkapinnya, karena Lo ngga tau perasaan Prilly ke Lo, makanya Lo pake cara sialan ini buat bikin Prilly cemburu.." Kata Dokter Adit sambil menahan tawanya. "Br*ngsek Lo!! Terus aja Lo omongin semuanya. Puas kan Lo??" Umpat Kak Ali.

#2cinta1hati_story
99 10 17 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 94

Dia Kak Ali. Suamiku.

Dan saat ini aku melihat dia sedang keluar bersama dengan seorang wanita, menggandengnya dengan mesra. Tuhan kenapa selalu pemandangan seperti ini yang aku terima ?? Tadi pagi aku emang sempat heran saat kak Ali bilang akan menemui kliennya. Klo dia menemui kliennya, kenapa dia hanya mengenakan T-shirt bukan kemeja rapi? Dan sekarang aku baru tau klo klien yang di maksud Kak Ali adalah seorang perempuan seksi.

Apa aku masih kurang untuknya? Kenapa dia melakukan ini padaku? Kenapa dia masih tak bisa berubah? Kenapa dia harus selalu seperti ini? Setelah semua yg aku berikan untuknya, seluruh cinta, jiwa dan ragaku. **** Aku mondar-mandir di dalam kamarku. Sesekali menengok ke arah jendela, Kak Ali belum pulang. Ini sudah jam 11 malam. Fikiranku jadi tak enak. Aku masih memikirkan tentang wanita yang di gandengnya tadi siang. Sepertinya aku pernah melihat wanita itu, tapi dimana? Aku berusaha mengingat2. Tapi tak ada yang bisa kuingat.

Saat aku menengok lagi kearah jendela, aku melihat sebuah mobil memasuki gerbang. Aku tau itu mobil Kak Ali, haruskah aku menanyakann tentang wanita itu padanya? Aku semakin gelisah saat menunggunya.

Tak lama pintu kamar pun terbuka. Kak Ali masuk dan sedikit terkejut mlihatku yang masih belum tidur. "Kok belum tidur?" sapanya.

#2cinta1hati_story

Part 94

Dia Kak Ali. Suamiku.

Dan saat ini aku melihat dia sedang keluar bersama dengan seorang wanita, menggandengnya dengan mesra. Tuhan kenapa selalu pemandangan seperti ini yang aku terima ?? Tadi pagi aku emang sempat heran saat kak Ali bilang akan menemui kliennya. Klo dia menemui kliennya, kenapa dia hanya mengenakan T-shirt bukan kemeja rapi? Dan sekarang aku baru tau klo klien yang di maksud Kak Ali adalah seorang perempuan seksi.

Apa aku masih kurang untuknya? Kenapa dia melakukan ini padaku? Kenapa dia masih tak bisa berubah? Kenapa dia harus selalu seperti ini? Setelah semua yg aku berikan untuknya, seluruh cinta, jiwa dan ragaku. **** Aku mondar-mandir di dalam kamarku. Sesekali menengok ke arah jendela, Kak Ali belum pulang. Ini sudah jam 11 malam. Fikiranku jadi tak enak. Aku masih memikirkan tentang wanita yang di gandengnya tadi siang. Sepertinya aku pernah melihat wanita itu, tapi dimana? Aku berusaha mengingat2. Tapi tak ada yang bisa kuingat.

Saat aku menengok lagi kearah jendela, aku melihat sebuah mobil memasuki gerbang. Aku tau itu mobil Kak Ali, haruskah aku menanyakann tentang wanita itu padanya? Aku semakin gelisah saat menunggunya.

Tak lama pintu kamar pun terbuka. Kak Ali masuk dan sedikit terkejut mlihatku yang masih belum tidur. "Kok belum tidur?" sapanya.

#2cinta1hati_story
89 24 14 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 91

Sedangkan Kak Ali tak mau ambil pusing dengan tatapan2 aneh mereka. Dia masih saja mencengkeram erat tanganku seakan akan menunjukkan pada semua orang klo aku ini miliknya. Ohh God.. membayangkan hal itu aku jadi senyum2 sendiri, aku sangat suka jika dia mengklaim aku sebagai miliknya. "Kenapa kamu senyum2 gt.?" tanyanya membuyarkan lamunanku. "Ih siapa jg yg senyum2.." jawabku masih dengan tersenyum. "Aku tau apa yang kamu pikirin di dalam otak kamu.." "Apa emangnya?" tantangku kemudian. "Pastinya kamu lg mikirin hal-hal panas yang akan kita lakukan nanti malam." Jawabnya datar. "Apa? Hal-hal panas? Hal panas apa sih? Aku ga ngerti." Aku masih belum mencerna apa yang dikatakan Kak Ali.. "Untuk saat ini, buang fikiran mesum kamu itu. Karena itu buat kamu kayak orang bego tau ga." Katanya kemudian, dan setelah dia mengucapkan kata2 itu aku tau jika dia sedang mengejekku karena kelakuanku pagi itu yang menggodanya. **** "Jadi kamu bener2 nikah sama Kak Ali, Prill?" tanya Jessica padaku saat kami berada di kantin. Dan ya ampun..mungkin ini sudah kesepuluh kalinya dia menyanyakan pertanyaan yang sama. "Iya Jess. Kamu mau sampe kapan sih nanyain itu melulu sama aku, lagin apa cincin ini masih kurang sebagai bukti?" jawabku dengan nada jengkel. "Iyaa iyaa aku tau. Tapi gimana bisa? Bukannya kamu pacaran sama Kak Bani?" Nama itu lagi yang disebutkan, entah kenapa setiap kali aku ingat atau ada yang menyebut nama itu, rasanya ada yang mengganjal di hatiku, tentu saja karena aku belum sempat minta maaf sama Kak Bani.

#2cinta1hati_story

Part 91

Sedangkan Kak Ali tak mau ambil pusing dengan tatapan2 aneh mereka. Dia masih saja mencengkeram erat tanganku seakan akan menunjukkan pada semua orang klo aku ini miliknya. Ohh God.. membayangkan hal itu aku jadi senyum2 sendiri, aku sangat suka jika dia mengklaim aku sebagai miliknya. "Kenapa kamu senyum2 gt.?" tanyanya membuyarkan lamunanku. "Ih siapa jg yg senyum2.." jawabku masih dengan tersenyum. "Aku tau apa yang kamu pikirin di dalam otak kamu.." "Apa emangnya?" tantangku kemudian. "Pastinya kamu lg mikirin hal-hal panas yang akan kita lakukan nanti malam." Jawabnya datar. "Apa? Hal-hal panas? Hal panas apa sih? Aku ga ngerti." Aku masih belum mencerna apa yang dikatakan Kak Ali.. "Untuk saat ini, buang fikiran mesum kamu itu. Karena itu buat kamu kayak orang bego tau ga." Katanya kemudian, dan setelah dia mengucapkan kata2 itu aku tau jika dia sedang mengejekku karena kelakuanku pagi itu yang menggodanya. **** "Jadi kamu bener2 nikah sama Kak Ali, Prill?" tanya Jessica padaku saat kami berada di kantin. Dan ya ampun..mungkin ini sudah kesepuluh kalinya dia menyanyakan pertanyaan yang sama. "Iya Jess. Kamu mau sampe kapan sih nanyain itu melulu sama aku, lagin apa cincin ini masih kurang sebagai bukti?" jawabku dengan nada jengkel. "Iyaa iyaa aku tau. Tapi gimana bisa? Bukannya kamu pacaran sama Kak Bani?" Nama itu lagi yang disebutkan, entah kenapa setiap kali aku ingat atau ada yang menyebut nama itu, rasanya ada yang mengganjal di hatiku, tentu saja karena aku belum sempat minta maaf sama Kak Bani.

#2cinta1hati_story
100 18 14 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 90 "Kamu ngga usah takut, aku akan selalu melindungi kamu." Kata Kak Ali. Aku menatapnya, tak menyangka jika dia bisa mengucapkan kata2 yang membuat hatiku tenang. Apa pagi ini dia kehabisan obat? Aku merasa dia menjadi pelindungku, sama seperti Kak Bani. Ahh... Nama itu lagi. "Akhirnya sampe juga.." katanya kemudian.

Kak Ali memarkirkan mobilnya, dia merapikan penampilannnya dulu sebelum turun dari mobil. Pagi ini dia benar2 cool. Aku tak akan pernah bosan memuji kesempurnaaan suamiku ini. Aku akui aku benar2 beruntung memiliki suami seperti dia, yaa walaupun kadang dia menjengkelkan karena suka seenaknya sendiri dan menjadi dua kali lipat lebih menjengkelkan ketika penyakit cueknya kambuh.

Kak Alipun keluar dari mobil, lalu dia berlari memutari mobilnya, dan tanpa kusangka dia membukakan pintu mobil untukku. Kenapa pagi ini dia begitu Sweett yaa? Akupun keluar dari mobil, setelah menutup pintu mobilnya dia lalu menggenggam erat tanganku, "Aku antar kekelas kamu dulu yaa.." katanya kemudian, aku terpesona dengan kelembutannya kali ini, dan aku hanya bisa mengangguk.

Dia masih saja mencengkeram erat tanganku menuju kelasku. Dan hampir semua orang yang berpaprasan dengan kami memandang kami dengan tatapan terkejut tak percaya. Segitu tak pantaskah aku dengan Kak Ali hingga mereka tak bisa mempercayai kenyataan bahwa aku adalah istri sah Kak Ali?? #2cinta1hati_story

Part 90 "Kamu ngga usah takut, aku akan selalu melindungi kamu." Kata Kak Ali. Aku menatapnya, tak menyangka jika dia bisa mengucapkan kata2 yang membuat hatiku tenang. Apa pagi ini dia kehabisan obat? Aku merasa dia menjadi pelindungku, sama seperti Kak Bani. Ahh... Nama itu lagi. "Akhirnya sampe juga.." katanya kemudian.

Kak Ali memarkirkan mobilnya, dia merapikan penampilannnya dulu sebelum turun dari mobil. Pagi ini dia benar2 cool. Aku tak akan pernah bosan memuji kesempurnaaan suamiku ini. Aku akui aku benar2 beruntung memiliki suami seperti dia, yaa walaupun kadang dia menjengkelkan karena suka seenaknya sendiri dan menjadi dua kali lipat lebih menjengkelkan ketika penyakit cueknya kambuh.

Kak Alipun keluar dari mobil, lalu dia berlari memutari mobilnya, dan tanpa kusangka dia membukakan pintu mobil untukku. Kenapa pagi ini dia begitu Sweett yaa? Akupun keluar dari mobil, setelah menutup pintu mobilnya dia lalu menggenggam erat tanganku, "Aku antar kekelas kamu dulu yaa.." katanya kemudian, aku terpesona dengan kelembutannya kali ini, dan aku hanya bisa mengangguk.

Dia masih saja mencengkeram erat tanganku menuju kelasku. Dan hampir semua orang yang berpaprasan dengan kami memandang kami dengan tatapan terkejut tak percaya. Segitu tak pantaskah aku dengan Kak Ali hingga mereka tak bisa mempercayai kenyataan bahwa aku adalah istri sah Kak Ali?? #2cinta1hati_story
99 25 13 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 86

Akhirnya aku mencari Bani. Aku ingin mengalah, memberikan istri yang aku cintai kepada sahabatku sendiri.

Tapi aku terlambat. Bani sudah pergi. Aku yakin, diapun sama sakitnya seperti yang aku rasakan dan yang dirasakan Prilly. Dan semua itu karena ulah bodohku. Karena aku yang tak bisa menahan diriku karena perasaan cemburu.

Akhirnya Prilly ingin pulang. Dia ingin meninggalkanku sendiri. Mungkin dia terlalu membenciku. Aku ingin meminta maaf, tapi bagaimana bisa meminta maaf jika setiap kali berhadapan denganku dia selalu meledak-ledak. Akhirnya dengan berat hati aku menuruti keinginannya.

Setiap hari aku kerumah Bunda hanya untuk mengetahui keadaannya yang menurutku semakin hari semakin memburuk.

Dia sakit.

Dan aku semakin sakit saat melihatnya sakit. Aku ingin menyerah, aku ingin mengalah, tapi Bunda bilang jika Prilly seperti ini karena dia mencintaiku. Dia membenciku karena dia juga mencintaiku. Dia marah kepadaku karena dia kecewa.. Perkataan Bunda membuatku semangat kembali, membuatku ingin memperjuangkan Prilly kembali. Aku menginginkannya kembali seperti dulu. Malam itu aku memberanikan diri memasuki kamarnya. Dia terlihat pucat. Tiba-tiba saja dia berlari memelukku.

Dia minta maaf... Seharusnya aku yang minta maaf sayang. Aku adalah laki2 dewasa yang bodoh dan br*ngsek karena baru pertama kali merasakan perasaan cemburu. Seharusnya aku yang meminta maaf karena aku sudah membuatnya kecewa dengan tingkahku yang seperti anak kecil. Maafkan aku.... Malam itu juga dia ikut pulang kerumah. Tapi aku membuatnya marah lagi dengan melarangnya ikut keacara wisudaku. Sebenarnya aku tak melarang, hanya saja aku tak mau hubungan kami di ketahui mereka. Aku takut jika ada beberapa anak di kampus membully Prilly karena hubungannya denganku.

Terlebih lagi jika mereka itu adalah gengnya Felicya, mantan pacarku.

#2cinta1hati_story

Part 86

Akhirnya aku mencari Bani. Aku ingin mengalah, memberikan istri yang aku cintai kepada sahabatku sendiri.

Tapi aku terlambat. Bani sudah pergi. Aku yakin, diapun sama sakitnya seperti yang aku rasakan dan yang dirasakan Prilly. Dan semua itu karena ulah bodohku. Karena aku yang tak bisa menahan diriku karena perasaan cemburu.

Akhirnya Prilly ingin pulang. Dia ingin meninggalkanku sendiri. Mungkin dia terlalu membenciku. Aku ingin meminta maaf, tapi bagaimana bisa meminta maaf jika setiap kali berhadapan denganku dia selalu meledak-ledak. Akhirnya dengan berat hati aku menuruti keinginannya.

Setiap hari aku kerumah Bunda hanya untuk mengetahui keadaannya yang menurutku semakin hari semakin memburuk.

Dia sakit.

Dan aku semakin sakit saat melihatnya sakit. Aku ingin menyerah, aku ingin mengalah, tapi Bunda bilang jika Prilly seperti ini karena dia mencintaiku. Dia membenciku karena dia juga mencintaiku. Dia marah kepadaku karena dia kecewa.. Perkataan Bunda membuatku semangat kembali, membuatku ingin memperjuangkan Prilly kembali. Aku menginginkannya kembali seperti dulu. Malam itu aku memberanikan diri memasuki kamarnya. Dia terlihat pucat. Tiba-tiba saja dia berlari memelukku.

Dia minta maaf... Seharusnya aku yang minta maaf sayang. Aku adalah laki2 dewasa yang bodoh dan br*ngsek karena baru pertama kali merasakan perasaan cemburu. Seharusnya aku yang meminta maaf karena aku sudah membuatnya kecewa dengan tingkahku yang seperti anak kecil. Maafkan aku.... Malam itu juga dia ikut pulang kerumah. Tapi aku membuatnya marah lagi dengan melarangnya ikut keacara wisudaku. Sebenarnya aku tak melarang, hanya saja aku tak mau hubungan kami di ketahui mereka. Aku takut jika ada beberapa anak di kampus membully Prilly karena hubungannya denganku.

Terlebih lagi jika mereka itu adalah gengnya Felicya, mantan pacarku.

#2cinta1hati_story
98 10 13 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 81 "Iya sayang nanti Mami buatin yaa. Oiya, besok kamu ikut ya keacara Wisudanya Ali." Kata Mami. Jadi Kak Ali besok di wisuda? Kenapa aku ngga tau? "Mam ... Anak2 kan belum tau kalo Prilly istri aku, lagian Prilly kan masih sakit jadi----" "Aku ngga ikut Mam.." Aku memotong perkataan Kak Ali.

Aku tau pasti Kak Ali ngga mau anak2 kampus terutama pacar2nya itu tau kalo dia udah menikah sama aku, makanya dia melarang aku ikut dengan alasan yang dibuat-buat. Menyadari itu emosiku kembali naik, moodku kembali memburuk, hingga nafsu makanku kembali hilang. Membuatku mual hanya karena membayangkannya. "Sayang.Kamu tau kan itu bukan maksud aku." Kak Ali mulai merayu saat dia tau klo aku mulai memburuk kembali. Dasar perayu ulung. "Aku tau kok apa maksud Kak Ali." "Bukan gitu sayang. Aku cuma-----" "Udahlah kak. Aku capek, aku mau tidur," kataku sambil meninggalkan Kak Ali dan Maminya.

Aku tak tau apa yang sedang terjadi dengan diriku, emosiku menjadi naik begitu saja. Membuatku ingin meledak-ledak hanya karena masalah sepele.

Esoknya ku terbangun karena mencium aroma yang sangat menusuk indra penciumanku, aroma yang seksi, aroma yang hanya membayangkannya saja membuatku terbakar oleh gairah. Aroma Kak Ali.

Aku terduduk di ranjang melihatnya sedang berkaca. Dia sudah rapi mengenakan kemeja putihnya yang dimataku terlihat sangat seksi saat itu. Dia masih sibuk membenarkan rambutnya, tak menyadari jika aku sudah terduduk di sini menatapnya dengan tatapan ingin penuh gairah. Lagi-lagi aku tak tau apa yang terjadi denganku, aku tak pernah begitu menginginkannya seperti saat ini.

#2cinta1hati_story

Part 81 "Iya sayang nanti Mami buatin yaa. Oiya, besok kamu ikut ya keacara Wisudanya Ali." Kata Mami. Jadi Kak Ali besok di wisuda? Kenapa aku ngga tau? "Mam ... Anak2 kan belum tau kalo Prilly istri aku, lagian Prilly kan masih sakit jadi----" "Aku ngga ikut Mam.." Aku memotong perkataan Kak Ali.

Aku tau pasti Kak Ali ngga mau anak2 kampus terutama pacar2nya itu tau kalo dia udah menikah sama aku, makanya dia melarang aku ikut dengan alasan yang dibuat-buat. Menyadari itu emosiku kembali naik, moodku kembali memburuk, hingga nafsu makanku kembali hilang. Membuatku mual hanya karena membayangkannya. "Sayang.Kamu tau kan itu bukan maksud aku." Kak Ali mulai merayu saat dia tau klo aku mulai memburuk kembali. Dasar perayu ulung. "Aku tau kok apa maksud Kak Ali." "Bukan gitu sayang. Aku cuma-----" "Udahlah kak. Aku capek, aku mau tidur," kataku sambil meninggalkan Kak Ali dan Maminya.

Aku tak tau apa yang sedang terjadi dengan diriku, emosiku menjadi naik begitu saja. Membuatku ingin meledak-ledak hanya karena masalah sepele.

Esoknya ku terbangun karena mencium aroma yang sangat menusuk indra penciumanku, aroma yang seksi, aroma yang hanya membayangkannya saja membuatku terbakar oleh gairah. Aroma Kak Ali.

Aku terduduk di ranjang melihatnya sedang berkaca. Dia sudah rapi mengenakan kemeja putihnya yang dimataku terlihat sangat seksi saat itu. Dia masih sibuk membenarkan rambutnya, tak menyadari jika aku sudah terduduk di sini menatapnya dengan tatapan ingin penuh gairah. Lagi-lagi aku tak tau apa yang terjadi denganku, aku tak pernah begitu menginginkannya seperti saat ini.

#2cinta1hati_story
94 9 13 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 79

Malamnya Kak Ali datang lagi ke rumah. Seperti biasa dia cuma duduk2 aja di ruang tamu, aku tau dia sangat ingin bertemu aku. Bunda bilang klo aku harus menemuinya. Dan akupun turun menemuinya. "Kamu kurusan sekarang, apa kamu sakit?" tanyanya saat aku sudah duduk disebelahnya.

Aku hanya menggelengkan kepalaku. "Sayang,, kita pulang yaa. Mami nyariin kamu terus." Bujuknya lembut. Aku merasa Kak Ali benar2 berubah menjadi sosok yang lembut. "Aku belum bisa pulang kak" Jawabku. "Mau sampai kapan?" "Sampai hatiku sembuh." Potongku kemudian. Aku melihatnya menghela napas, aku tau dia lelah dan juga tersiksa, tapi bukankah ini yang dia mau? Dia membuat kami bertiga saling tersakiti. "Baiklah klo itu mau kamu. Aku pulang dulu." Katanya sambil berdiri. "Jangan lupa makan kak. Kak Ali juga kelihatan kurus." Kataku mengingatkan. Aku khawatir dengannya. Bagaimana pun juga aku mencintainya walau aku membenci sikapnya.

Dia lalu mengangguk dan tanpa kusangka dia berjalan ke arahku dan memelukku. Jujur, aku sangat merindukan pelukannya. Aku kangen Kak Ali. "Jaga diri baik-baik yaa" bisiknya lalu mencium keningku dan pergi meninggalkanku.

Yaa ampun.. Aku sudah berdosa karena menganiaya suamiku sendiri. Aku menyiksa batinnya. Membuatnya sedih. Hukum aku Tuhan... *** Beberapa hari kemudian aku sakit.... Badanku demam, sakit kepala, mual, nafsu makanku menurun dan terkadang dadaku terasa sesak. Bunda menyuruhku kedokter tapi aku menolaknya. Begitupun dengan obat, aku sama sekali tak mau meminumnya. Jadi aku hanya bisa meringkuk di atas ranjang kamarku.

Tuhan.. inikah hukuman untukku? Patah hatiku belum sembuh skrg di tambah lagi sakit secara fisikku. Lagi-lagi aku hanya bisa menangis.

Aku melihat ada yg membuka pintu kamarku. Aku terkejut ketika melihat sosok yang berdiri di depanku.

#2cinta1hati_story

Part 79

Malamnya Kak Ali datang lagi ke rumah. Seperti biasa dia cuma duduk2 aja di ruang tamu, aku tau dia sangat ingin bertemu aku. Bunda bilang klo aku harus menemuinya. Dan akupun turun menemuinya. "Kamu kurusan sekarang, apa kamu sakit?" tanyanya saat aku sudah duduk disebelahnya.

Aku hanya menggelengkan kepalaku. "Sayang,, kita pulang yaa. Mami nyariin kamu terus." Bujuknya lembut. Aku merasa Kak Ali benar2 berubah menjadi sosok yang lembut. "Aku belum bisa pulang kak" Jawabku. "Mau sampai kapan?" "Sampai hatiku sembuh." Potongku kemudian. Aku melihatnya menghela napas, aku tau dia lelah dan juga tersiksa, tapi bukankah ini yang dia mau? Dia membuat kami bertiga saling tersakiti. "Baiklah klo itu mau kamu. Aku pulang dulu." Katanya sambil berdiri. "Jangan lupa makan kak. Kak Ali juga kelihatan kurus." Kataku mengingatkan. Aku khawatir dengannya. Bagaimana pun juga aku mencintainya walau aku membenci sikapnya.

Dia lalu mengangguk dan tanpa kusangka dia berjalan ke arahku dan memelukku. Jujur, aku sangat merindukan pelukannya. Aku kangen Kak Ali. "Jaga diri baik-baik yaa" bisiknya lalu mencium keningku dan pergi meninggalkanku.

Yaa ampun.. Aku sudah berdosa karena menganiaya suamiku sendiri. Aku menyiksa batinnya. Membuatnya sedih. Hukum aku Tuhan... *** Beberapa hari kemudian aku sakit.... Badanku demam, sakit kepala, mual, nafsu makanku menurun dan terkadang dadaku terasa sesak. Bunda menyuruhku kedokter tapi aku menolaknya. Begitupun dengan obat, aku sama sekali tak mau meminumnya. Jadi aku hanya bisa meringkuk di atas ranjang kamarku.

Tuhan.. inikah hukuman untukku? Patah hatiku belum sembuh skrg di tambah lagi sakit secara fisikku. Lagi-lagi aku hanya bisa menangis.

Aku melihat ada yg membuka pintu kamarku. Aku terkejut ketika melihat sosok yang berdiri di depanku.

#2cinta1hati_story
96 19 12 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 77

Kututup pintu kamar dengan keras. Malam ini aku ingin tidur sendiri, tak mau di ganggu siapapun. Aku memang mencintai Kak Ali, tapi aku juga mencintai Kak Bani. Perasaan ini datang begitu saja, aku tak pernah berpikir klo akan berakhir seperti ini, berakhir dengan kita bertiga saling menyakiti. Aku menyakiti perasaan mereka berdua, orang yang sama-sama kucintai. *** Tiga minggu berlalu sejak kejadian malam itu, aku sama sekali belum bertegur sapa dengan Kak Ali, aku malas. Dia juga sama, tak akan menegurku jika itu bukan sesuatu yang sangat penting. Hubungan kami tak berjalan baik, kami saling berdiam diri dan suasana menjadi sangat dingin.

Tak ada kabar dari Kak Bani. Laki2 itu menghilang entah ke mana, di kampus pun sama. Semua terasa sangat hambar. "Aku ingin pulang.." Kataku pagi itu tanpa sedikit pun memandang ke arah Kak Ali. "Kenapa pulang? Ini kan rumah kamu juga." "Aku kangen Bunda." Jawabku seadanya. "Nanti sore kita ke sana, kita nginep di sana." Jawabnya tanpa memandangku. "Ngga usah, aku sendiri aja. Aku ingin menenangkan diri" Kataku lagi dan masih tak memperhatikan raut wajahnya. "Nggak bisa Prill. Bunda akan mengira kita lagi ada masalah klo kita kesana ga bersama." Jawab kak Ali tenang. "Kita emang lagi ada masalah kak!!" Entah kenapa tiba-tiba emosiku meledak kembali. "Prill, kita bisa perbaiki semuanya tanpa harus saling-------" "Aku ngga peduli...." Aku memotong kata-kata Kak Ali yang lembut itu dengan teriakanku. "Aku hanya ingin pergi dari sini!! Aku benci sama Kak Ali!!" aku mulai menangis.

#2cinta1hati_story

Part 77

Kututup pintu kamar dengan keras. Malam ini aku ingin tidur sendiri, tak mau di ganggu siapapun. Aku memang mencintai Kak Ali, tapi aku juga mencintai Kak Bani. Perasaan ini datang begitu saja, aku tak pernah berpikir klo akan berakhir seperti ini, berakhir dengan kita bertiga saling menyakiti. Aku menyakiti perasaan mereka berdua, orang yang sama-sama kucintai. *** Tiga minggu berlalu sejak kejadian malam itu, aku sama sekali belum bertegur sapa dengan Kak Ali, aku malas. Dia juga sama, tak akan menegurku jika itu bukan sesuatu yang sangat penting. Hubungan kami tak berjalan baik, kami saling berdiam diri dan suasana menjadi sangat dingin.

Tak ada kabar dari Kak Bani. Laki2 itu menghilang entah ke mana, di kampus pun sama. Semua terasa sangat hambar. "Aku ingin pulang.." Kataku pagi itu tanpa sedikit pun memandang ke arah Kak Ali. "Kenapa pulang? Ini kan rumah kamu juga." "Aku kangen Bunda." Jawabku seadanya. "Nanti sore kita ke sana, kita nginep di sana." Jawabnya tanpa memandangku. "Ngga usah, aku sendiri aja. Aku ingin menenangkan diri" Kataku lagi dan masih tak memperhatikan raut wajahnya. "Nggak bisa Prill. Bunda akan mengira kita lagi ada masalah klo kita kesana ga bersama." Jawab kak Ali tenang. "Kita emang lagi ada masalah kak!!" Entah kenapa tiba-tiba emosiku meledak kembali. "Prill, kita bisa perbaiki semuanya tanpa harus saling-------" "Aku ngga peduli...." Aku memotong kata-kata Kak Ali yang lembut itu dengan teriakanku. "Aku hanya ingin pergi dari sini!! Aku benci sama Kak Ali!!" aku mulai menangis.

#2cinta1hati_story
93 13 12 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 75

Dua orang laki2 sedang menatapku dengan tatapan masing-masing. Yang satu suamiku, sedang menatapku dengan senyuman liciknya. Yang satu lagi Kak Bani, menatapku dengan tatapan terkejut dan tatapan tanda tanya. "Sayang... ke..kee..kenapa kamu ada di sini?" tanya Kak Bani sambil tergagap.

Aku masih belum bisa mencerna apa yang terjadi. Lalu Kak Alipun melangkah kearahku, memeluk pinggangku lalu menciumku dengan sangat mesra didepan Kak Bani. "Tadi Lo pengen tau kan siapa istri gue?" Tanya Kak Ali kemudian. "Yaa ini istri gue, Prilly. Prilly Andriani Latuconsina. Pacar lo." Katanya dingin tapi dia tersenyum dengan liciknya.

Selesai!!!!! Semuanya sudah selesai. Berakhir dengan sangat buruk. Aku melihat keterkejutan yang teramat sangat di wajah Kak Bani. Wajahnya memucat, mungkin sama pucatnya dengan wajahku. Apa ini rencana Kak Ali? Kenapa dia tega melakukan ini semua sama aku? "Ngga ngga.. Tunggu dulu ... ini ngga bener." Kak Bani terlihat tak percaya. "Apanya yg ga bener? Lo mau bukti tertulis? Gue ada surat nikah." "Kak pliiisss" Aku meminta Kak Ali menghentikan semuanya. "Kenapa Prill? Kita harus memberi tau Bani semuanya." "Tapi ngga kayak gini caranya kak" Teriakku kepada Kak Ali. "Aku.. aku bener-bener ngga nyangka...." Kata Kak Bani linglung. Lalu dia melangkah pergi mengginggalkan aku dan Kak Ali.

Aku mau mengejarnya tapi Kak Ali memegang erat tanganku. "Lepasin ..." kataku dingin. "Prill.." "Aku bilang lepasin!!!!!! " aku berteriak sekencang2nya sama Kak Ali.

#2cinta1hati_story

Part 75

Dua orang laki2 sedang menatapku dengan tatapan masing-masing. Yang satu suamiku, sedang menatapku dengan senyuman liciknya. Yang satu lagi Kak Bani, menatapku dengan tatapan terkejut dan tatapan tanda tanya. "Sayang... ke..kee..kenapa kamu ada di sini?" tanya Kak Bani sambil tergagap.

Aku masih belum bisa mencerna apa yang terjadi. Lalu Kak Alipun melangkah kearahku, memeluk pinggangku lalu menciumku dengan sangat mesra didepan Kak Bani. "Tadi Lo pengen tau kan siapa istri gue?" Tanya Kak Ali kemudian. "Yaa ini istri gue, Prilly. Prilly Andriani Latuconsina. Pacar lo." Katanya dingin tapi dia tersenyum dengan liciknya.

Selesai!!!!! Semuanya sudah selesai. Berakhir dengan sangat buruk. Aku melihat keterkejutan yang teramat sangat di wajah Kak Bani. Wajahnya memucat, mungkin sama pucatnya dengan wajahku. Apa ini rencana Kak Ali? Kenapa dia tega melakukan ini semua sama aku? "Ngga ngga.. Tunggu dulu ... ini ngga bener." Kak Bani terlihat tak percaya. "Apanya yg ga bener? Lo mau bukti tertulis? Gue ada surat nikah." "Kak pliiisss" Aku meminta Kak Ali menghentikan semuanya. "Kenapa Prill? Kita harus memberi tau Bani semuanya." "Tapi ngga kayak gini caranya kak" Teriakku kepada Kak Ali. "Aku.. aku bener-bener ngga nyangka...." Kata Kak Bani linglung. Lalu dia melangkah pergi mengginggalkan aku dan Kak Ali.

Aku mau mengejarnya tapi Kak Ali memegang erat tanganku. "Lepasin ..." kataku dingin. "Prill.." "Aku bilang lepasin!!!!!! " aku berteriak sekencang2nya sama Kak Ali.

#2cinta1hati_story
97 23 11 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 71 "Apa kamu udah mengatakan yang sebenarnya sama dia?" Kak Ali bertanya sambil menatapku tajam.

Kali ini aku menggeleng. Dan aku melihat Kak Ali memejamkan matanya lalu mengusap wajahnya dengan frustasi. "Ikut aku, kita jelasin sekarang juga di hadapan Bani." Katanya kemudian. "Engga engga Kak. Aku belum siap.." "Apa lagi yang kamu tunggu? Aku yakin kalo kamu ga akan pernah siap!!" Kali ini Kak Ali berteriak. Dia terlihat menyeramkan ketika sedang marah seperti ini. Aku takut. "Maafin aku, aku cuma terlalu emosi, tapi kita harus segera memberi tahunya." Kata Kak Ali melembut. Dia mungkin tau jika aku sudah ketakutan. "Beri aku waktu kak. Aku janji aku sendiri yang akan memberi tahunya." Rengekku padanya. Aku melihat Kak Ali memejamkan matanya sambil menghela nafas panjang. "Ok baiklah. Tapi aku ngga mau ada ciuman-ciuman lagi. Kamu itu istri aku. Aku harap kamu mengerti perasaanku" Kata Kak Ali kemudian. "Aku janji ..." kataku sambil mengangguk.

Dan akhirnya berakhirlah pertengkaran rumah tangga kita yang terjadi di depan gerbang rumahku.

Walau kami sudah tidak marahan lagi tapi aku tau klo Kak Ali masih kesel sama aku, buktinya aja malam ini dia tidur sambil memunggungi aku. Hufft . . . aku memang salah, tapi aku nggak suka dicuekin kayak gini. ******************* #2cinta1hati_story

Part 71 "Apa kamu udah mengatakan yang sebenarnya sama dia?" Kak Ali bertanya sambil menatapku tajam.

Kali ini aku menggeleng. Dan aku melihat Kak Ali memejamkan matanya lalu mengusap wajahnya dengan frustasi. "Ikut aku, kita jelasin sekarang juga di hadapan Bani." Katanya kemudian. "Engga engga Kak. Aku belum siap.." "Apa lagi yang kamu tunggu? Aku yakin kalo kamu ga akan pernah siap!!" Kali ini Kak Ali berteriak. Dia terlihat menyeramkan ketika sedang marah seperti ini. Aku takut. "Maafin aku, aku cuma terlalu emosi, tapi kita harus segera memberi tahunya." Kata Kak Ali melembut. Dia mungkin tau jika aku sudah ketakutan. "Beri aku waktu kak. Aku janji aku sendiri yang akan memberi tahunya." Rengekku padanya. Aku melihat Kak Ali memejamkan matanya sambil menghela nafas panjang. "Ok baiklah. Tapi aku ngga mau ada ciuman-ciuman lagi. Kamu itu istri aku. Aku harap kamu mengerti perasaanku" Kata Kak Ali kemudian. "Aku janji ..." kataku sambil mengangguk.

Dan akhirnya berakhirlah pertengkaran rumah tangga kita yang terjadi di depan gerbang rumahku.

Walau kami sudah tidak marahan lagi tapi aku tau klo Kak Ali masih kesel sama aku, buktinya aja malam ini dia tidur sambil memunggungi aku. Hufft . . . aku memang salah, tapi aku nggak suka dicuekin kayak gini. ******************* #2cinta1hati_story
98 13 11 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 65 "Kenapa kamu ketawa2? Kamu mau ngerjain aku yaa?" Tanyanya. "Ngga kok siapa jg yg ketawa" aku tersenyum geli. "Berani yaa kamu ngerjain suami.." Dia terlihat sedikit kesal. Lalu tiba2 dia mengangkat daguku dan mencium bibirku. Jika kalian bertanya apa yg selanjutnya terjadi, aku tak akan menjawabnya. Hahahha 😝 . Sesuatu yg biasa terjadi pada pasangan suami istri lainnya. Hihihi. Hingga akhirnya kami kelelahan dan tertidur lelap. Aku terbangun esok harinya karena perut yang sudah keroncongan.

Selalu seperti itu hari-hari yang kami lalui dibandung selama seminggu ini. Hari-hari manis semanis madu. Jika orang biasa menyebutnya honneymoon, maka aku menyebutnya Honneyweek. Karena ini terjadi hanya seminggu. Kami tak bisa terlalu lama cuti. Kak Ali masih disibukkan dengan pekerjaannya di kantor dan kuliahnya, dan aku juga harus kembali masuk kuliah.

Dan selama sisa hari-hari di Bandung itu, tak ada nama Kak Bani disebut. Aku juga bingung, mau dibawa kemana hubungan kami bertiga nantinya. Aku nggak mau memikirkannya dulu. Begitupun Kak Ali yg ga mau memikirkan masalah tentang Kak Bani.

Kami berusaha memanfaatkan waktu kebersamaan kami kali ini sebaik mungkin, seindah mungkin. Karena kami tau setelah kembali ke Jakarta masalah sudah menanti kami.... *** #2cinta1hati_story

Part 65 "Kenapa kamu ketawa2? Kamu mau ngerjain aku yaa?" Tanyanya. "Ngga kok siapa jg yg ketawa" aku tersenyum geli. "Berani yaa kamu ngerjain suami.." Dia terlihat sedikit kesal. Lalu tiba2 dia mengangkat daguku dan mencium bibirku. Jika kalian bertanya apa yg selanjutnya terjadi, aku tak akan menjawabnya. Hahahha 😝 . Sesuatu yg biasa terjadi pada pasangan suami istri lainnya. Hihihi. Hingga akhirnya kami kelelahan dan tertidur lelap. Aku terbangun esok harinya karena perut yang sudah keroncongan.

Selalu seperti itu hari-hari yang kami lalui dibandung selama seminggu ini. Hari-hari manis semanis madu. Jika orang biasa menyebutnya honneymoon, maka aku menyebutnya Honneyweek. Karena ini terjadi hanya seminggu. Kami tak bisa terlalu lama cuti. Kak Ali masih disibukkan dengan pekerjaannya di kantor dan kuliahnya, dan aku juga harus kembali masuk kuliah.

Dan selama sisa hari-hari di Bandung itu, tak ada nama Kak Bani disebut. Aku juga bingung, mau dibawa kemana hubungan kami bertiga nantinya. Aku nggak mau memikirkannya dulu. Begitupun Kak Ali yg ga mau memikirkan masalah tentang Kak Bani.

Kami berusaha memanfaatkan waktu kebersamaan kami kali ini sebaik mungkin, seindah mungkin. Karena kami tau setelah kembali ke Jakarta masalah sudah menanti kami.... *** #2cinta1hati_story
86 10 11 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 64 "Sayang kamu marah yaa..." tanyanya pelan. Sejak menikah, dia memang selalu memanggilku dengan sebutan sayang. Dan itu membuatku semakin menginginkannya. "Engga" Jawabku dengan cuek. "Jangan marah donk... dia cuma temen aja kok, nggak lebih." Katanya sambil mencium tanganku lagi. Entah hanya aku yang terlalu lebbay atau memang Kak Ali yang berubah menjadi sosok yang romantis. Dia benar-benar berbeda dari biasanya. "Kita muter-muter dulu yaa ... masih sore nii," lanjutnya kemudian. "Terserah Kak Ali aja." Aku masih cuek.

Tapi kali ini tak ada balasan darinya. Dia menjalankan mobilnya sambil menggenggam tanganku. Tak ada hentinya dia tersenyum. **** Jam 11 malam kami sampai di Villa. Aku berjalan sedikit lebih cepat dan Kak Ali mengejarku dari belakang. "Sayang.. sayang tunggu dulu donk" katanya sambil meraih tanganku. OMG ini kayak adegan2 di sinetron. Hahaha (bayangin aja saat Digo mengejar dan merayu Sisi klo Sisi lg ngambek) 😝 "Ada apa kak? Aku capek, mau tidur." Kataku kemudian.

Dia memelukku dengan sangat erat. "Jangan marah lagi ya ..." katanya. "Aku nggak marah, aku cuman kesel aja." Dan keluarlah airmata yang sejak tadi sudah aku tahan. "Kak Ali keterlaluan banget tau ngga..." kataku sambil terisak. Bodoh. Dasar anak kecil. Begini aja ditangisi. Dan sekarang ini aku menjadi sosok yg sangat lebay. "iya aku tau aku salah. Aku minta maaf ya sayang." "Tapi janji yaa ngga boleh diulangi lagi." "Iyaa. Aku janji. Aku ngga akan kayak gtu lg" "Bener yaa janji ngga akan gtu lg? Awas aja klo boong!!! Ngga akan ada jatah buat Kak Ali" Ancamku. "Yaa ancamannya sadis banget sii. Masa iya aku ga dikasih jatah?" ucapnya sedih sambil manyun. Aku merasa ingin tertawa melihat kelakuannya. Aku cuma bisa terkekeh geli smbil menutup mulutku.

#2cinta1hati_story

Part 64 "Sayang kamu marah yaa..." tanyanya pelan. Sejak menikah, dia memang selalu memanggilku dengan sebutan sayang. Dan itu membuatku semakin menginginkannya. "Engga" Jawabku dengan cuek. "Jangan marah donk... dia cuma temen aja kok, nggak lebih." Katanya sambil mencium tanganku lagi. Entah hanya aku yang terlalu lebbay atau memang Kak Ali yang berubah menjadi sosok yang romantis. Dia benar-benar berbeda dari biasanya. "Kita muter-muter dulu yaa ... masih sore nii," lanjutnya kemudian. "Terserah Kak Ali aja." Aku masih cuek.

Tapi kali ini tak ada balasan darinya. Dia menjalankan mobilnya sambil menggenggam tanganku. Tak ada hentinya dia tersenyum. **** Jam 11 malam kami sampai di Villa. Aku berjalan sedikit lebih cepat dan Kak Ali mengejarku dari belakang. "Sayang.. sayang tunggu dulu donk" katanya sambil meraih tanganku. OMG ini kayak adegan2 di sinetron. Hahaha (bayangin aja saat Digo mengejar dan merayu Sisi klo Sisi lg ngambek) 😝 "Ada apa kak? Aku capek, mau tidur." Kataku kemudian.

Dia memelukku dengan sangat erat. "Jangan marah lagi ya ..." katanya. "Aku nggak marah, aku cuman kesel aja." Dan keluarlah airmata yang sejak tadi sudah aku tahan. "Kak Ali keterlaluan banget tau ngga..." kataku sambil terisak. Bodoh. Dasar anak kecil. Begini aja ditangisi. Dan sekarang ini aku menjadi sosok yg sangat lebay. "iya aku tau aku salah. Aku minta maaf ya sayang." "Tapi janji yaa ngga boleh diulangi lagi." "Iyaa. Aku janji. Aku ngga akan kayak gtu lg" "Bener yaa janji ngga akan gtu lg? Awas aja klo boong!!! Ngga akan ada jatah buat Kak Ali" Ancamku. "Yaa ancamannya sadis banget sii. Masa iya aku ga dikasih jatah?" ucapnya sedih sambil manyun. Aku merasa ingin tertawa melihat kelakuannya. Aku cuma bisa terkekeh geli smbil menutup mulutku.

#2cinta1hati_story
92 15 10 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 63 "Sayang, dia Shiren, sahabatku, tetangga kakek. Sejak kecil kalo aku main kerumah kakek aku selalu main sama dia." Kata Kak Ali kemudian.

Dengan cemberut aku mengulurkan tanganku dan diapun membalas uluran tanganku.

Tentu saja sekarang aku kembali duduk mendengarkan cerita dua sahabat yang sudah lama tak bertemu. Aku merasa asing, merasa di acuhkan. Kak Ali lebih suka bercerita bahkan bercanda sama cewek itu. Tau gini aku pulang aja tadi.

Apa aku cemburu? Ya.. aku emang cemburu. Aku ga akan malu mengakuinya toh sekarang status kita udah jelas. Dia suamiku. Harusnya Kak Ali mengerti perasaanku. "Ren. kita balik dulu ya. Kasihan Prilly kayaknya udah capek." Kata Kak Ali kemudian. "Iyaa.. Tau deh yang pengantin baru." Goda cewek itu. Kamipun berdiri, dan si cewek genit itupun langsung memeluk Kak Ali, lalu mencium kedua pipi Kak Ali. Kak Ali membiarkannya, dia terlihat sudah biasa diperlakukan seperti itu. Sialan..! Lelaki b*jingan.

Oke, anggap saja Aku gila karena sudah mengatai suamiku b*jingan. Tapi aku tak peduli. Aku benar-benar tak suka dengan pemandangan di depanku.

Masih dengan berwajah masam dan bibir yang manyun 5 centi, aku mengikuti Kak Ali keparkiran lalu memasuki mobilnya.

Dia menjalankan mobilnya dengan sangat pelan. Diraihnya tanganku lalu dia mencium tanganku dgn mesra. Dia terus tersenyum tp aku tak berselera membalas senyumannya. Aku masih muak dgn kelakuan dia dan sahabatnya tadi. Apa dia tak ada niat utk meminta maaf? Kenapa dia cuma senyum2?

#2cinta1hati_story

Part 63 "Sayang, dia Shiren, sahabatku, tetangga kakek. Sejak kecil kalo aku main kerumah kakek aku selalu main sama dia." Kata Kak Ali kemudian.

Dengan cemberut aku mengulurkan tanganku dan diapun membalas uluran tanganku.

Tentu saja sekarang aku kembali duduk mendengarkan cerita dua sahabat yang sudah lama tak bertemu. Aku merasa asing, merasa di acuhkan. Kak Ali lebih suka bercerita bahkan bercanda sama cewek itu. Tau gini aku pulang aja tadi.

Apa aku cemburu? Ya.. aku emang cemburu. Aku ga akan malu mengakuinya toh sekarang status kita udah jelas. Dia suamiku. Harusnya Kak Ali mengerti perasaanku. "Ren. kita balik dulu ya. Kasihan Prilly kayaknya udah capek." Kata Kak Ali kemudian. "Iyaa.. Tau deh yang pengantin baru." Goda cewek itu. Kamipun berdiri, dan si cewek genit itupun langsung memeluk Kak Ali, lalu mencium kedua pipi Kak Ali. Kak Ali membiarkannya, dia terlihat sudah biasa diperlakukan seperti itu. Sialan..! Lelaki b*jingan.

Oke, anggap saja Aku gila karena sudah mengatai suamiku b*jingan. Tapi aku tak peduli. Aku benar-benar tak suka dengan pemandangan di depanku.

Masih dengan berwajah masam dan bibir yang manyun 5 centi, aku mengikuti Kak Ali keparkiran lalu memasuki mobilnya.

Dia menjalankan mobilnya dengan sangat pelan. Diraihnya tanganku lalu dia mencium tanganku dgn mesra. Dia terus tersenyum tp aku tak berselera membalas senyumannya. Aku masih muak dgn kelakuan dia dan sahabatnya tadi. Apa dia tak ada niat utk meminta maaf? Kenapa dia cuma senyum2?

#2cinta1hati_story
86 7 10 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 59

Dan dia hanya tertawa melihat aku yg sedang marah. Ada apa dengannya? Apa aku terlihat lucu? "Hahahha kamu ngegemesin banget kalo lagi marah." Katanya sambil mencubit pipiku. "Aku tau kok kalo kamu bukan type cewek seperti cewek2 yang pernah aku pacarin." Lanjutnya kemudian.

Dan akupun hanya menunduk dan terdiam, aku merasakan ada sisi lain dari kak Ali yang membuatku hangat. Dan aku menyukainya. "Jadi gimana? Apa kita lakukan itu malam ini atau lain kali?" godanya. "Kak Alii ..." teriakku kemudian. Aku malu.. ***** "Ahhh kenapa susah banget sih" kata Kak Ali sedikit kesal. "Kak pelan-pelan sakit tau"

Aku melihatnya sekilas, keringatnya mulai bercucuran. "Awww ... Kak pelan-pelan dong." Aku berteriak karena dia menyakitiku. "Ahhhh akhirnya bisa juga" desahnya lega. "Yaa tapi ini resleting bajunya jadi rusak kan. Mana sakit lagi rambutku...." Aku menggerutu kesal.

Jangan bilang tadi kalian berpikir yang aneh-aneh. Kak Ali cuma membantuku membuka resleting dress di punggungku yang tersangkut rambutku. Hahaha.

Sudah tiga hari ini kami berada di Bandung sejak pernikahan mendadak kami di rumahsakit. Kata Kak Ali kami akan berada di sini selama seminggu, anggap aja ini bulan madu kami. Aku merasa benar2 dicintai saat ini. Meskipun sampai saat ini Kak Ali ga pernah sedikitpun bilang klo dia mencintaiku.

#2cinta1hati_story

Part 59

Dan dia hanya tertawa melihat aku yg sedang marah. Ada apa dengannya? Apa aku terlihat lucu? "Hahahha kamu ngegemesin banget kalo lagi marah." Katanya sambil mencubit pipiku. "Aku tau kok kalo kamu bukan type cewek seperti cewek2 yang pernah aku pacarin." Lanjutnya kemudian.

Dan akupun hanya menunduk dan terdiam, aku merasakan ada sisi lain dari kak Ali yang membuatku hangat. Dan aku menyukainya. "Jadi gimana? Apa kita lakukan itu malam ini atau lain kali?" godanya. "Kak Alii ..." teriakku kemudian. Aku malu.. ***** "Ahhh kenapa susah banget sih" kata Kak Ali sedikit kesal. "Kak pelan-pelan sakit tau"

Aku melihatnya sekilas, keringatnya mulai bercucuran. "Awww ... Kak pelan-pelan dong." Aku berteriak karena dia menyakitiku. "Ahhhh akhirnya bisa juga" desahnya lega. "Yaa tapi ini resleting bajunya jadi rusak kan. Mana sakit lagi rambutku...." Aku menggerutu kesal.

Jangan bilang tadi kalian berpikir yang aneh-aneh. Kak Ali cuma membantuku membuka resleting dress di punggungku yang tersangkut rambutku. Hahaha.

Sudah tiga hari ini kami berada di Bandung sejak pernikahan mendadak kami di rumahsakit. Kata Kak Ali kami akan berada di sini selama seminggu, anggap aja ini bulan madu kami. Aku merasa benar2 dicintai saat ini. Meskipun sampai saat ini Kak Ali ga pernah sedikitpun bilang klo dia mencintaiku.

#2cinta1hati_story
94 8 10 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 57

Tiba2 suatu kejadian membuat aku dan Kak Ali sangat terkejut. "Ok sekarang kalian sudah resmi menikah jadi mari kita pulang bersama dan makan2" Kata kakek Kak Ali kemudian berdiri dari ranjang Rumah sakit. "Lohh kok kakek udh sadar? Bukannya----" "Kamu kira enak pura2 sakit seperti ini? Punggung kakek sudah sakit karena semalaman hanya tidur dan tidak bergerak." Kata kakek, lalu semua orang yg ada di ruang ICU itupun tertawa. "Jadi, ini semua cuma rencana kakek supaya aku dan Prilly cepet- cepet menikah?" Tanya Kak Ali. "Ya begitulah. Bukan cuma kakek tapi ini rencana semua orang di kamar ini kecuali Pak Penghulu".. kakek tertawa puas.

Aku dan Kak Ali hanya diam dan saling menatap tak percaya ketika semua orang di dalam ruangan ini saling tertawa menertawakan kebodohan kami. *********** Kami semua menuju restoran dan makan2 merayakan pernikahan kami. Untuk pertama kali nya aku melihat Kak Ali tersenyum dan tertawa lepas saat kami semua sedang bercanda. Aku merasa bahagia akhirnya aku menjadi istrinya.

Setelah dirasa puas makan2 dan bercanda kami semua pulang. Kami semua berencana menginap dirumah kakek Kak Ali.

#2cinta1hati_story

Part 57

Tiba2 suatu kejadian membuat aku dan Kak Ali sangat terkejut. "Ok sekarang kalian sudah resmi menikah jadi mari kita pulang bersama dan makan2" Kata kakek Kak Ali kemudian berdiri dari ranjang Rumah sakit. "Lohh kok kakek udh sadar? Bukannya----" "Kamu kira enak pura2 sakit seperti ini? Punggung kakek sudah sakit karena semalaman hanya tidur dan tidak bergerak." Kata kakek, lalu semua orang yg ada di ruang ICU itupun tertawa. "Jadi, ini semua cuma rencana kakek supaya aku dan Prilly cepet- cepet menikah?" Tanya Kak Ali. "Ya begitulah. Bukan cuma kakek tapi ini rencana semua orang di kamar ini kecuali Pak Penghulu".. kakek tertawa puas.

Aku dan Kak Ali hanya diam dan saling menatap tak percaya ketika semua orang di dalam ruangan ini saling tertawa menertawakan kebodohan kami. *********** Kami semua menuju restoran dan makan2 merayakan pernikahan kami. Untuk pertama kali nya aku melihat Kak Ali tersenyum dan tertawa lepas saat kami semua sedang bercanda. Aku merasa bahagia akhirnya aku menjadi istrinya.

Setelah dirasa puas makan2 dan bercanda kami semua pulang. Kami semua berencana menginap dirumah kakek Kak Ali.

#2cinta1hati_story
93 21 10 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 52 "Yaudah gih cepet masuk sana. Udh malam" Katanya.

Aku mengangguk dan cepat beranjak pergi darinya sebelum kejadian barusan terulang lagi. "Prill ..." sebelum aku menutup pintu mobilnya dia memanggilku kembali dengan lembut. "I Love You ..." katanya kemudian. "Ehhh ... iyaa kak" jawabku kemudian sambil tersenyum. "Kamu tau kan bukan jawaban itu yang aku mau?" "Emmm..emmm.." "Yaudah ga usah dijawab. Aku ngerti kok" ucapnya kemudian.

Akupun mengangguk. "Malam Kak. Hati2 dijalan yaa" kataku kemudiaan sambil melambaikan tangan.

Dia pun membalasnya dengan senyuman tp senyuman yg tak seperti biasanya. Sepertinya dia kecewa terhadapku.

Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam rumah.

Sepi.... Yah, karena hari ini Bunda sama Ayah emang lagi pergi ke Bogor. Mungkin mereka belum pulang.
Saat masuk kedalam kamar, aku terkejut melihat sosok yang sedang berdiri dengan gagah, dengan tangan di lipat didada. "Haii ..." katanya menyapaku. Suara yang kurindukan selama ini. Padahal ini belum genap seminggu tapi aku sudah sangat terpengaruh dengannya. Diapun melangkah mendekat ke arahku masih dengan milipat tangannya di dada. "Ehhh haiii kak" balasku kemudian dengan sedikit gugup.
"Gimana kencannya tadi?"
Oo..ow aku berada dalam masalah skrg. Kak Ali mengetahuinya. Mungkin tadi dia melihatku saat diadalam mobil Kak Bani. Melihat dari jendela kamarku.

Apa yang harus kulakukan...? *** #2cinta1hati_story
Maaf yaa baru sempet di next. Seharian sibuk bgt😊
Happy reading guys😘

Part 52 "Yaudah gih cepet masuk sana. Udh malam" Katanya.

Aku mengangguk dan cepat beranjak pergi darinya sebelum kejadian barusan terulang lagi. "Prill ..." sebelum aku menutup pintu mobilnya dia memanggilku kembali dengan lembut. "I Love You ..." katanya kemudian. "Ehhh ... iyaa kak" jawabku kemudian sambil tersenyum. "Kamu tau kan bukan jawaban itu yang aku mau?" "Emmm..emmm.." "Yaudah ga usah dijawab. Aku ngerti kok" ucapnya kemudian.

Akupun mengangguk. "Malam Kak. Hati2 dijalan yaa" kataku kemudiaan sambil melambaikan tangan.

Dia pun membalasnya dengan senyuman tp senyuman yg tak seperti biasanya. Sepertinya dia kecewa terhadapku.

Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam rumah.

Sepi.... Yah, karena hari ini Bunda sama Ayah emang lagi pergi ke Bogor. Mungkin mereka belum pulang.
Saat masuk kedalam kamar, aku terkejut melihat sosok yang sedang berdiri dengan gagah, dengan tangan di lipat didada. "Haii ..." katanya menyapaku. Suara yang kurindukan selama ini. Padahal ini belum genap seminggu tapi aku sudah sangat terpengaruh dengannya. Diapun melangkah mendekat ke arahku masih dengan milipat tangannya di dada. "Ehhh haiii kak" balasku kemudian dengan sedikit gugup.
"Gimana kencannya tadi?"
Oo..ow aku berada dalam masalah skrg. Kak Ali mengetahuinya. Mungkin tadi dia melihatku saat diadalam mobil Kak Bani. Melihat dari jendela kamarku.

Apa yang harus kulakukan...? *** #2cinta1hati_story 
Maaf yaa baru sempet di next. Seharian sibuk bgt😊 
Happy reading guys😘
90 11 9 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 47 "Terus Kak Bani gimana? Ngapain dia ke sini?" Tanyaku penasaran.
"Dia ke sini karena kesepian. Ngga jadi balapan karena aku ngga ikut dan kamu ngga bisa di hubungi" katanya cuek.
"Kak, apa kita nggak salah?" Aku mencoba bertanya.
"Salah? Salah apa maksud kamu?" "Tentang hubungan kita. Apa kita ngga salah sama Kak Bani?" Tanyaku lg.
"Yang salah bukan kita, tapi kamu! Siapa suruh kamu jadian sama dia" jawabnya seakan menyalahkanku.
"Lah dianya yang maksa" aku membela diriku.
"Yaudah berarti itu salahnya" Lagi2 dia menjawab dengan cuek.
"Apa ngga sebaiknya kita kasih tau hubungan kita aja sama dia?" tanyaku lagi.
"Terus kamu mau aku sama dia berantem tonjok2an gitu? Prill itu terlalu beresiko, kamu percaya deh sama aku. Bani itu ngga akan lama, paling lama juga sebulan dua bulan, dia pasti bosan dan cari cewek lain."
"Tapi kalo enggak gimana?"
"Terpaksa harus menggunakan kekerasan".
"Kekerasan? kekerasan gimana mgsudnya?"
"Kamu nggak akan tau, ini urusan cowok." Jawabnya singkat dan padat.

Aku hanya diam. Selesai sarapan, Kak Ali mengantarku pulang. Dia pamit katanya mau keluar negeri utk beberapa waktu karena ada urusan.
"Ingat ya, kamu jgn macam2 selama aku pergi". Aku mengangguk. Lalu dia mencium bibir dan keningku sebelum dia pergi.

#2cinta1hati_story

Part 47 "Terus Kak Bani gimana? Ngapain dia ke sini?" Tanyaku penasaran.
"Dia ke sini karena kesepian. Ngga jadi balapan karena aku ngga ikut dan kamu ngga bisa di hubungi" katanya cuek.
"Kak, apa kita nggak salah?" Aku mencoba bertanya.
"Salah? Salah apa maksud kamu?" "Tentang hubungan kita. Apa kita ngga salah sama Kak Bani?" Tanyaku lg.
"Yang salah bukan kita, tapi kamu! Siapa suruh kamu jadian sama dia" jawabnya seakan menyalahkanku.
"Lah dianya yang maksa" aku membela diriku.
"Yaudah berarti itu salahnya" Lagi2 dia menjawab dengan cuek.
"Apa ngga sebaiknya kita kasih tau hubungan kita aja sama dia?" tanyaku lagi.
"Terus kamu mau aku sama dia berantem tonjok2an gitu? Prill itu terlalu beresiko, kamu percaya deh sama aku. Bani itu ngga akan lama, paling lama juga sebulan dua bulan, dia pasti bosan dan cari cewek lain."
"Tapi kalo enggak gimana?"
"Terpaksa harus menggunakan kekerasan".
"Kekerasan? kekerasan gimana mgsudnya?"
"Kamu nggak akan tau, ini urusan cowok." Jawabnya singkat dan padat.

Aku hanya diam. Selesai sarapan, Kak Ali mengantarku pulang. Dia pamit katanya mau keluar negeri utk beberapa waktu karena ada urusan.
"Ingat ya, kamu jgn macam2 selama aku pergi". Aku mengangguk. Lalu dia mencium bibir dan keningku sebelum dia pergi.

#2cinta1hati_story
71 3 8 June, 2016

Top #2cinta1hati_story posts

@susyadmo Profile picture

@susyadmo

Night ....🌗🌖
👱.Malam....Malam...Malam...Ku💙💜
📚
📓
📖
.💙

#book #instagram #inspirasi #memories #love #lovememories #2cinta1hati_story #cintaanugerah #CintaAbadi #CintaSuci

Night ....🌗🌖
👱.Malam....Malam...Malam...Ku💙💜
📚
📓
📖
.💙
❤
#book #instagram #inspirasi #memories#love #lovememories#2cinta1hati_story #cintaanugerah #CintaAbadi #CintaSuci ❤
47 0 10 January, 2018
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 4 "yang lain siapa?" Tanyaku lagi. "Yang lain nggak penting" kata Jessica. "Kamu cukup kenal mereka berdua aja, Pril" lanjutnya lagi. "Hey, kamu ke mana aja dari tadi aku nyarin kamu?" Tiba-tiba seorang cowok mendekati kami. "Hey Vin, kenapa nyariin? Kangen yaa??" Goda Jessica pada Kevin. "Eh iya, kenalin Pril dia Kevin pacar aku. Vin ini Prilly, temen baru aku" Kata Jessica mengenalkan kami. Kami pun berjabat tangan.
Lagi-lagi aku melirik ke arah cowok-cowok ganteng itu, parahnya, Kak Aliando, cowok yang dari tadi memandangku itu masih tak henti-hentinya memandangku. "Eheemm.. kamu kenal dia Pril?" Pertanyaan Jessica mengagetkanku. "Enggaaa ..... " Jawabku cepat. "Tapi dari cara kalian tatap-tatapan kok kayaknya kalian saling kenal" Jessica mengerutkan dahinya. "Aku nggak kenal dia Jess. Aku jg bingung ga tau kenapa dia liatin aku kayak gtu" Jawabku lagi. Aku emang nggak kenal sama cowok itu, tapi seingatku kami pernah ketemu beberapa minggu yang lalu, sebelum aku masuk kampus ini.

#2cinta1hati_story

Part 4 "yang lain siapa?" Tanyaku lagi. "Yang lain nggak penting" kata Jessica. "Kamu cukup kenal mereka berdua aja, Pril" lanjutnya lagi. "Hey, kamu ke mana aja dari tadi aku nyarin kamu?" Tiba-tiba seorang cowok mendekati kami. "Hey Vin, kenapa nyariin? Kangen yaa??" Goda Jessica pada Kevin. "Eh iya, kenalin Pril dia Kevin pacar aku. Vin ini Prilly, temen baru aku" Kata Jessica mengenalkan kami. Kami pun berjabat tangan. 
Lagi-lagi aku melirik ke arah cowok-cowok ganteng itu, parahnya, Kak Aliando, cowok yang dari tadi memandangku itu masih tak henti-hentinya memandangku. "Eheemm.. kamu kenal dia Pril?" Pertanyaan Jessica mengagetkanku. "Enggaaa ..... " Jawabku cepat. "Tapi dari cara kalian tatap-tatapan kok kayaknya kalian saling kenal" Jessica mengerutkan dahinya. "Aku nggak kenal dia Jess. Aku jg bingung ga tau kenapa dia liatin aku kayak gtu" Jawabku lagi. Aku emang nggak kenal sama cowok itu, tapi seingatku kami pernah ketemu beberapa minggu yang lalu, sebelum aku masuk kampus ini.

#2cinta1hati_story
74 3 1 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 9 "Liat Lii, gue udah dapetin no wa dia" Kak Bani sedikit mencairkan ketegangan di antara kami. "Nggak penting buat gue" katanya dingin. Astaga ni cowok udah bertaun-taun kali yaa tinggal di kutub utara, sampe-sampe kata-katanya dingin banget. Dasar cowok sombong, arogan, kasar, dan blaa ... bla ...blaa.... Aku nggak mau nglanjutin sumpah serapahku. "Bener nii nggak penting?? oke kalo gitu dia cuma boleh temenan and deket sama gue" Perintah Kak Bani sambil sedikit menggoda Kak Aliando. "Ambil aja ..." katanya dingin. "WHAAATT? Ambil? Lo kata gue barang yg bisa diambil dan dimiliki seenaknya? Batinku teriak.
Bahkan Jessica pun ikut melongo pas denger kata-kata cowok arogan itu. "Aaahh yaa yaa yaa. Gue tau karena Lo kan masih kebanyakan gebetan, jadi belom cari yang baru lagi, ya kan?" lanjut kak Bani.

Duhhhh kenapa mereka jadi nggosip di sini sih. Oohh jadi si cowok sombong ini tipe cowok playboy yang pacarnya nggak cuma satu,yang suka mainin hati cewek. hadehh saat pertama kali kita ketemu aku kira dia cowok yang baik,cara ngomongnya kemaren juga lembut, nggak kayak sekarang. "Udahlah. sebenernya lo ikut cabut apa enggak? Kalo enggak gue cabut duluan." Dari cara ngomongnya, Kak Aliando mulai bosan berdebat. "Oke gue ikut elo." Jawab Kak Bani.
"Aku pergi dulu yaa, nanti malam aku chat, oke" Kak Bani melanjutkan sambil membelai-belai kepalaku.
Aku cuma menunduk dan mengangguk malu, sedikit aku melirik ke arah Kak Aliando, dia mengepalkan tangannya, entah apa yang dipikirkannya. Keliatannya dia tidak nyaman bahkan tidak senang dengan situasi seperti ini.

Akhirnya mereka pun berlalu, yang satu dengan senyuman sumringahnya, yang satu lagi masih dengan tatapan tajam tak terbaca. Sedangkan kami yang ditinggalkan di sini masih menggeleng-nggelengkan kepala tak percaya apa yang baru saja terjadi.

Aku masih berusaha menormalkan desahan nafasku, tadi bener-bener terasa sesak, jantungku pun masih berdetak kencang saat ini. Aku bener-bener terpesona dengan cowok itu. Cowok yang mana? yang tadi antusias tersenyum denganku atau yang dari tadi melemparkan tatapan dingin padaku? Entahlah, yang jelas perasaanku jadi tak karuan memikirkannya.

#2cinta1hati_story

Part 9 "Liat Lii, gue udah dapetin no wa dia" Kak Bani sedikit mencairkan ketegangan di antara kami. "Nggak penting buat gue" katanya dingin. Astaga ni cowok udah bertaun-taun kali yaa tinggal di kutub utara, sampe-sampe kata-katanya dingin banget. Dasar cowok sombong, arogan, kasar, dan blaa ... bla ...blaa.... Aku nggak mau nglanjutin sumpah serapahku. "Bener nii nggak penting?? oke kalo gitu dia cuma boleh temenan and deket sama gue" Perintah Kak Bani sambil sedikit menggoda Kak Aliando. "Ambil aja ..." katanya dingin. "WHAAATT? Ambil? Lo kata gue barang yg bisa diambil dan dimiliki seenaknya? Batinku teriak.
Bahkan Jessica pun ikut melongo pas denger kata-kata cowok arogan itu. "Aaahh yaa yaa yaa. Gue tau karena Lo kan masih kebanyakan gebetan, jadi belom cari yang baru lagi, ya kan?" lanjut kak Bani.

Duhhhh kenapa mereka jadi nggosip di sini sih. Oohh jadi si cowok sombong ini tipe cowok playboy yang pacarnya nggak cuma satu,yang suka mainin hati cewek. hadehh saat pertama kali kita ketemu aku kira dia cowok yang baik,cara ngomongnya kemaren juga lembut, nggak kayak sekarang. "Udahlah. sebenernya lo ikut cabut apa enggak? Kalo enggak gue cabut duluan." Dari cara ngomongnya, Kak Aliando mulai bosan berdebat. "Oke gue ikut elo." Jawab Kak Bani.
"Aku pergi dulu yaa, nanti malam aku chat, oke" Kak Bani melanjutkan sambil membelai-belai kepalaku.
Aku cuma menunduk dan mengangguk malu, sedikit aku melirik ke arah Kak Aliando, dia mengepalkan tangannya, entah apa yang dipikirkannya. Keliatannya dia tidak nyaman bahkan tidak senang dengan situasi seperti ini.

Akhirnya mereka pun berlalu, yang satu dengan senyuman sumringahnya, yang satu lagi masih dengan tatapan tajam tak terbaca. Sedangkan kami yang ditinggalkan di sini masih menggeleng-nggelengkan kepala tak percaya apa yang baru saja terjadi.

Aku masih berusaha menormalkan desahan nafasku, tadi bener-bener terasa sesak, jantungku pun masih berdetak kencang saat ini. Aku bener-bener terpesona dengan cowok itu. Cowok yang mana? yang tadi antusias tersenyum denganku atau yang dari tadi melemparkan tatapan dingin padaku? Entahlah, yang jelas perasaanku jadi tak karuan memikirkannya.

#2cinta1hati_story
65 2 2 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 10

Sore ini hujan, aku memandangi langit Jakarta yang mendung. Suara rintik-rintik hujanpun membuat hatiku terasa lebih damai. Seperti biasa, aku duduk santai di balkon rumahku, sambil membaca novel dan menikmati secangkir teh di sore yang dingin ini. Di sela-sela aku mengistirahatkan mataku dari membaca novel, aku teringat obrolanku dengan Jessica tadi siang. Anehnya, kenapa aku masih saja kepikiran tentang cerita dia. Jessica bilang kalo aku harus hati-hati dengan kedua cowok yang ada di hadapanku tadi siang, katanya.... *Flash back on* "Prill, seluruh kampus ini tau kalo mereka berdua itu playboy jadi kamu harus hati-hati, jangan terlalu deket sama mereka kalo nggak mau sakit hati." "Trus kenapa tadi kayaknya kamu antusias banget saat kak Bani ngajak kenalan?" tanyaku bingung. karna tadi kayaknya Jessica dukung banget aku kenalan sama kak Bani, tapi pas orangnya nggak ada kok dia malah jelek-jelekkin. "Kalo Kak Bani masih mending, dia emang playboy, tapi dia nggak akan pacaran sama lebih dari satu orang." Jelasnya. "Maksudnya?" Aku makin bingung sama penjelasan Jessica. "Maksudnya, Kak Bani suka gonta-ganti cewek. dia akan putus dulu sama ceweknya yang lama trus jadian sama cewek barunya, bukan sekaligus pacaran, gitu" jelasnya panjang lebar, kali ini aku mengerti. "Beda sama Kak Aliando." Lanjutnya membuatku terbelalak kaget, untung aku nggak tersedak. "Emang Kak Aliando kenapa?" Aku sangat antusias bertanya tentang cowok itu. "Kamu suka sama Kak Ali?" Tanya nya curiga. "WHAATTT? emangnya keliatan yaa kalo aku suka dia? kenal aja engga" Aku bener bener kaget banget sama partanyaan Jessica yang satu itu. "Kalo kamu suka, lupain aja deh" "Emangnya kenapa sih?" Aku masih aja penasaran. "Tipe cewek Kak Ali itu perfect, biasanya dari kalangan model, kalo enggak yaa dari kalangan wanita yang di club-club malam gitu. Kamu tau kan kayak apa modelnya." Aku cuma bisa menggangguk. "Parahnya lagi kalo Kak Ali suka sama 5 cewek, dia akan memacari mereka semua tanpa harus memutuskan salah satunya." Lanjutnya membuatku kaget, mendengarkan penjelasan Jessica.

#2cinta1hati_story

Part 10

Sore ini hujan, aku memandangi langit Jakarta yang mendung. Suara rintik-rintik hujanpun membuat hatiku terasa lebih damai. Seperti biasa, aku duduk santai di balkon rumahku, sambil membaca novel dan menikmati secangkir teh di sore yang dingin ini. Di sela-sela aku mengistirahatkan mataku dari membaca novel, aku teringat obrolanku dengan Jessica tadi siang. Anehnya, kenapa aku masih saja kepikiran tentang cerita dia. Jessica bilang kalo aku harus hati-hati dengan kedua cowok yang ada di hadapanku tadi siang, katanya.... *Flash back on* "Prill, seluruh kampus ini tau kalo mereka berdua itu playboy jadi kamu harus hati-hati, jangan terlalu deket sama mereka kalo nggak mau sakit hati." "Trus kenapa tadi kayaknya kamu antusias banget saat kak Bani ngajak kenalan?" tanyaku bingung. karna tadi kayaknya Jessica dukung banget aku kenalan sama kak Bani, tapi pas orangnya nggak ada kok dia malah jelek-jelekkin. "Kalo Kak Bani masih mending, dia emang playboy, tapi dia nggak akan pacaran sama lebih dari satu orang." Jelasnya. "Maksudnya?" Aku makin bingung sama penjelasan Jessica. "Maksudnya, Kak Bani suka gonta-ganti cewek. dia akan putus dulu sama ceweknya yang lama trus jadian sama cewek barunya, bukan sekaligus pacaran, gitu" jelasnya panjang lebar, kali ini aku mengerti. "Beda sama Kak Aliando." Lanjutnya membuatku terbelalak kaget, untung aku nggak tersedak. "Emang Kak Aliando kenapa?" Aku sangat antusias bertanya tentang cowok itu. "Kamu suka sama Kak Ali?" Tanya nya curiga. "WHAATTT? emangnya keliatan yaa kalo aku suka dia? kenal aja engga" Aku bener bener kaget banget sama partanyaan Jessica yang satu itu. "Kalo kamu suka, lupain aja deh" "Emangnya kenapa sih?" Aku masih aja penasaran. "Tipe cewek Kak Ali itu perfect, biasanya dari kalangan model, kalo enggak yaa dari kalangan wanita yang di club-club malam gitu. Kamu tau kan kayak apa modelnya." Aku cuma bisa menggangguk. "Parahnya lagi kalo Kak Ali suka sama 5 cewek, dia akan memacari mereka semua tanpa harus memutuskan salah satunya." Lanjutnya membuatku kaget, mendengarkan penjelasan Jessica.

#2cinta1hati_story
65 2 3 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 12 "Anak kedua mereka laki-laki juga, sedangkan Opa cuma punya anak satu itu yaitu ayahmu.Setelah mereka bertemu kembali, dibuatlah kesepakatan ulang. Kalau pun anak mereka nggak bisa dijodohkan maka masih ada cucu-cucu mereka. Akhirnya sampailah pada kenyataan kalau kami harus menjodohkan kamu dengan cucu mereka." bunda menghela nafas dan menatapku. "Maafin bunda yaa sayang" desahnya. "Tapi, bun. bukannya aku menolak, cuma kami kan nggak pernah bertemu, nggak saling kenal. Apa bisa kami menikah begitu saja?"tanyaku. "Itu sebabnya bunda nyuruh kamu pindah ke kampus itu, dia juga kuliah di kampus yang sama kayak kamu." Kata bunda mengagetkanku. "Apa ...?? jadi dia masih kuliah ...?? Bahkan, sekampus sama aku??" Tanyaku nggak percaya. "Iya. kemaren bunda ketemu sama maminya, katanya dia kenal sama kamu, dan dia menerima dengan senang hati perjodohan ini, bahkan minggu depan bunda mengundang dia sekeluarga untuk makan malam di sini." Bunda dengan santai menjelaskan. "bun, kalau dia masih kuliah berarti dia masih belum dewasa dong bun. bunda mau nyerahin aku sama cowok yang masih bau kencur?" Aku udah nggak bisa nahan kejengkelanku sama bunda, aku mau aja menerima perjodohan ini tapi setidaknya cowok itu harus lebih dewasa dari pada aku. Tapi kayaknya aku nggak punya pilihan lain. "Sayang. kamu jangan salah. umurnya 5 tahun lebih tua daripada kamu. Dia kuliah di situ karna melanjutkan S2-nya. Kamu pasti bertanya-tanya, kenapa dia nggak ngambil S2 di luar negri, karena dia juga bekerja di anak perusahaan papinya di sini sebagai General Manager." Penjelasan bunda kali ini juga sukses membuatku syok. "Bahkan ayah kamu pun sangat menghormatinya, ayah pernah beberapa kali ketemu sama dia." Kali ini aku bener-bener menggelengkan kepalaku sambil menatap bunda nggak percaya. 5 tahun lebih tua dari pada aku, S2 di kampusku,sebagai GM di perusahaannya, dia mengenalku padahal aku nggak tau siapa dia, pasti dia memata-matai aku dari jauh, dan parahnya lagi, ayah sangat menghormatinya. Haahh pasti dia orang yang tua sebelum waktunya, orang yang sangat membosankan. Aduhh gimana ini.. #2cinta1hati_story

Part 12 "Anak kedua mereka laki-laki juga, sedangkan Opa cuma punya anak satu itu yaitu ayahmu.Setelah mereka bertemu kembali, dibuatlah kesepakatan ulang. Kalau pun anak mereka nggak bisa dijodohkan maka masih ada cucu-cucu mereka. Akhirnya sampailah pada kenyataan kalau kami harus menjodohkan kamu dengan cucu mereka." bunda menghela nafas dan menatapku. "Maafin bunda yaa sayang" desahnya. "Tapi, bun. bukannya aku menolak, cuma kami kan nggak pernah bertemu, nggak saling kenal. Apa bisa kami menikah begitu saja?"tanyaku. "Itu sebabnya bunda nyuruh kamu pindah ke kampus itu, dia juga kuliah di kampus yang sama kayak kamu." Kata bunda mengagetkanku. "Apa ...?? jadi dia masih kuliah ...?? Bahkan, sekampus sama aku??" Tanyaku nggak percaya. "Iya. kemaren bunda ketemu sama maminya, katanya dia kenal sama kamu, dan dia menerima dengan senang hati perjodohan ini, bahkan minggu depan bunda mengundang dia sekeluarga untuk makan malam di sini." Bunda dengan santai menjelaskan. "bun, kalau dia masih kuliah berarti dia masih belum dewasa dong bun. bunda mau nyerahin aku sama cowok yang masih bau kencur?" Aku udah nggak bisa nahan kejengkelanku sama bunda, aku mau aja menerima perjodohan ini tapi setidaknya cowok itu harus lebih dewasa dari pada aku. Tapi kayaknya aku nggak punya pilihan lain. "Sayang. kamu jangan salah. umurnya 5 tahun lebih tua daripada kamu. Dia kuliah di situ karna melanjutkan S2-nya. Kamu pasti bertanya-tanya, kenapa dia nggak ngambil S2 di luar negri, karena dia juga bekerja di anak perusahaan papinya di sini sebagai General Manager." Penjelasan bunda kali ini juga sukses membuatku syok. "Bahkan ayah kamu pun sangat menghormatinya, ayah pernah beberapa kali ketemu sama dia." Kali ini aku bener-bener menggelengkan kepalaku sambil menatap bunda nggak percaya. 5 tahun lebih tua dari pada aku, S2 di kampusku,sebagai GM di perusahaannya, dia mengenalku padahal aku nggak tau siapa dia, pasti dia memata-matai aku dari jauh, dan parahnya lagi, ayah sangat menghormatinya. Haahh pasti dia orang yang tua sebelum waktunya, orang yang sangat membosankan. Aduhh gimana ini.. #2cinta1hati_story
63 5 4 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 16

Dia melepaskan ciumannya, napas kami berdua tersengal-sengal, dia masih menatapku tajam, sedangkan aku cuma bisa menunduk menatap tanah, aku masih gak percaya. OMG aku baru aja ciuman dengan cowok terkeren di kampus. Si Lady Killer. Playboy yang tak punya hati. Pikiranku kacau. "Sorry, aku tadi nggak sengaja." Aku mendongakkan kepalaku, melihatnya saat dia bicara. "Aku udah nggak bisa nahan lagi saat liat bibir kamu yang merah dan mungil itu." Katanya santai sambil memegang bibirnya yang sedikit bengkak. "Dari awal kita ketemu aku ingin mencobanya, dan ternyata. Nikmat sekali." Dia melanjutkan kata-katanya sambil memperlihatkan senyum liciknya. senyumnya bagiku sebuah penghinaan, aku merasa di lecehkan. Tiba-tiba kuangkat tanganku, kuayunkan ke pipinya. "Plaaaakkkkkk." Tamparanku berbunyi keras. Wajahnya terlempar ke samping. Kulihat dia mengelus bekas tamparanku tadi. Lalu aku mundur menjauhinya, berbalik dan lari tanpa menoleh kebelakang lagi. Aku meninggalkannya sendirian di taman. *** Di kamar.. Aku mondar-mandir sambil memegangi bibirku, aku masih nggak percaya dengan apa yang aku lakukan tadi, cowok tadi menciumku, dan aku..aku cuma bisa menikmatinya. OMG apa yang salah dengan perasaanku ini?? Enggak, aku nggak mungkin punya perasaan dengan cowok playboy kayak dia.

Aku udah punya orang yang perhatian sama aku, yaitu kak Bani. Aku juga udah punya calon suami, si Mr.X. Jadi kenapa aku harus pusing mikirin cowok dingin dan tak berperasaan itu. udahlaaahh mendingan aku tidur.

Aku berusaha tidur, tapi aku nggak bisa. aku masih terbayang-bayang dengan kejadian tadi. Akhirnya aku cuma bisa gelisah semalaman.
#2cinta1hati_story

Part 16

Dia melepaskan ciumannya, napas kami berdua tersengal-sengal, dia masih menatapku tajam, sedangkan aku cuma bisa menunduk menatap tanah, aku masih gak percaya. OMG aku baru aja ciuman dengan cowok terkeren di kampus. Si Lady Killer. Playboy yang tak punya hati. Pikiranku kacau. "Sorry, aku tadi nggak sengaja." Aku mendongakkan kepalaku, melihatnya saat dia bicara. "Aku udah nggak bisa nahan lagi saat liat bibir kamu yang merah dan mungil itu." Katanya santai sambil memegang bibirnya yang sedikit bengkak. "Dari awal kita ketemu aku ingin mencobanya, dan ternyata. Nikmat sekali." Dia melanjutkan kata-katanya sambil memperlihatkan senyum liciknya. senyumnya bagiku sebuah penghinaan, aku merasa di lecehkan. Tiba-tiba kuangkat tanganku, kuayunkan ke pipinya. "Plaaaakkkkkk." Tamparanku berbunyi keras. Wajahnya terlempar ke samping. Kulihat dia mengelus bekas tamparanku tadi. Lalu aku mundur menjauhinya, berbalik dan lari tanpa menoleh kebelakang lagi. Aku meninggalkannya sendirian di taman. *** Di kamar.. Aku mondar-mandir sambil memegangi bibirku, aku masih nggak percaya dengan apa yang aku lakukan tadi, cowok tadi menciumku, dan aku..aku cuma bisa menikmatinya. OMG apa yang salah dengan perasaanku ini?? Enggak, aku nggak mungkin punya perasaan dengan cowok playboy kayak dia.

Aku udah punya orang yang perhatian sama aku, yaitu kak Bani. Aku juga udah punya calon suami, si Mr.X. Jadi kenapa aku harus pusing mikirin cowok dingin dan tak berperasaan itu. udahlaaahh mendingan aku tidur.

Aku berusaha tidur, tapi aku nggak bisa. aku masih terbayang-bayang dengan kejadian tadi. Akhirnya aku cuma bisa gelisah semalaman.
#2cinta1hati_story
63 2 5 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 31

Ya walau itu cuma di pipi tapi sama aja aku bukan tipe orang yang suka mengumbar kemesraan di depan publik. Aku malu. "Aku suka liat kamu pake baju kayak gini. Kamu keliatan lebih cantik. Emang sih kemarin2 jg cantik, tp hari ini jauh lebih cantik" Lanjutnya lagi membuatku melihat diriku sendiri.
Yahh... hari ini aku emang agak beda. Aku pake t-shirt ketat ala cewek, dengan rok Levis yang mempunyai tali slempang di kedua pundakku yang panjang roknya di atas lutut-tapi masih sopan-dengan kombinasi sepatu boots. Sebenarnya aku ngga PD pake baju ini ke kampus, tapi kata bunda tadi pagi aku terlihat beda,lebih girly ... Saat pertama kali menginjakkan kaki di kampus pagi ini, entah udah berapa orang yang menyapaku, mereka terlihat beda, apa karena aku berbeda dari hari biasanya? Sialan, mereka benar2 menilai orang cuma dari penampilan luarnya aja.
Dan Kak Ali.. Dia sama sekali ga melirik aku. Padahal aku dandan kayak gini juga buat siapa coba? Buat Dia. Tapi apa hasilnya?? Nihil. Dia tak melirikku sedikitpun.
"Sayang, nanti kita makan siang bareng yuk" ajakan Kak Bani menyadarkanku dari lamunan.
"Gue duluan ya Ban.." Tiba2 suara itu mengagetkan kita, aku melihat ke atas dan mendapati Kak Ali udah berdiri, tanpa melirikku sama sekali.
"Mau ke mana? Kok buru2 sih?" Jawab Kak Bani.
"Mau mojok sebentar" Kata Kak Ali sambil melirikku dengan tajam "Yuuk sayang" lanjutnya lagi sambil menarik tangan Kak Felicya dan menggandengnya mesra lalu meninggalkan kami. Benar2 laki2 br*ngsek!! b*jingan!!
"Kamu kenapa sayang?" kata Kak Bani memandang wajahku.
"Engga kak. Aku ngga apa2 kok, memangnya kenapa kak?"
"Kamu keliatan pucat, kamu sakit?" Kak Bani benar2 pacar yang perhatian.
"Engga kak, aku ke toilet dulu ya...."
"Ok, hati-hati yaa" Lalu Kak Bani mencium keningku, dan entah kenapa aku merasa seperti ada sengatan listrik yang menjalar ke seluruh tubuhku.

#2cinta1hati_story

Part 31

Ya walau itu cuma di pipi tapi sama aja aku bukan tipe orang yang suka mengumbar kemesraan di depan publik. Aku malu. "Aku suka liat kamu pake baju kayak gini. Kamu keliatan lebih cantik. Emang sih kemarin2 jg cantik, tp hari ini jauh lebih cantik" Lanjutnya lagi membuatku melihat diriku sendiri.
Yahh... hari ini aku emang agak beda. Aku pake t-shirt ketat ala cewek, dengan rok Levis yang mempunyai tali slempang di kedua pundakku yang panjang roknya di atas lutut-tapi masih sopan-dengan kombinasi sepatu boots. Sebenarnya aku ngga PD pake baju ini ke kampus, tapi kata bunda tadi pagi aku terlihat beda,lebih girly ... Saat pertama kali menginjakkan kaki di kampus pagi ini, entah udah berapa orang yang menyapaku, mereka terlihat beda, apa karena aku berbeda dari hari biasanya? Sialan, mereka benar2 menilai orang cuma dari penampilan luarnya aja.
Dan Kak Ali.. Dia sama sekali ga melirik aku. Padahal aku dandan kayak gini juga buat siapa coba? Buat Dia. Tapi apa hasilnya?? Nihil. Dia tak melirikku sedikitpun.
"Sayang, nanti kita makan siang bareng yuk" ajakan Kak Bani menyadarkanku dari lamunan.
"Gue duluan ya Ban.." Tiba2 suara itu mengagetkan kita, aku melihat ke atas dan mendapati Kak Ali udah berdiri, tanpa melirikku sama sekali.
"Mau ke mana? Kok buru2 sih?" Jawab Kak Bani.
"Mau mojok sebentar" Kata Kak Ali sambil melirikku dengan tajam "Yuuk sayang" lanjutnya lagi sambil menarik tangan Kak Felicya dan menggandengnya mesra lalu meninggalkan kami. Benar2 laki2 br*ngsek!! b*jingan!!
"Kamu kenapa sayang?" kata Kak Bani memandang wajahku.
"Engga kak. Aku ngga apa2 kok, memangnya kenapa kak?"
"Kamu keliatan pucat, kamu sakit?" Kak Bani benar2 pacar yang perhatian.
"Engga kak, aku ke toilet dulu ya...."
"Ok, hati-hati yaa" Lalu Kak Bani mencium keningku, dan entah kenapa aku merasa seperti ada sengatan listrik yang menjalar ke seluruh tubuhku.

#2cinta1hati_story
62 3 7 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 35 "Kenapa?" tanyanya dingin.
"Ngga" jawabku cuek.
"Gimana ciumannya tadi?" Dia menanyakan pertanyaan itu dengan nada sinis. Apa dia sedang menyindirku atau apa?
"Biasa aja" aku berusaha secuek mungkin. Emang dia pikir dia aja yang bisa bersikap dingin sama aku.
Aku merasakan mobil berhenti dengan mendadak. Aku melihatnya dan dia sudah memandangku dengan tajam. Ohh astaga tatapannya benar2 mematikan. Apa aku harus mati disini sekarang juga hanya karena berciuman dengan temannya? Aku fikir aku ga separah itu. Aku ga kayak dia yang dengan gampangnya ciuman dengan semua wanita menarik di belakangku. Kesalahannku tidak sefatal kesalahannya. Toh Kak Bani pacar aku. Lagi pula kita terikat hanya karena perjodohan bodoh itu, bukan karena CINTA.
Lalu aku merasakan dia mengangkat daguku, memandangi bibirku secara intens, sebenarnya apa sih yang akan dia lakukan? Lalu dia mengusap bibirku dengan ibujarinya, menghapus sisa ciuman Kak Bani tadi. "Jangan pernah lakukan itu lagi" Katanya dingin dan penuh penekanan. Dan entah kenapa aku merasa aku harus menentangnya.
"Kak Ali nggak berhak"
"Aku berhak!! Aku berhak atas diri kamu seutuhnya karena kamu adalah calon istri aku!" Dia memotong ucapanku. Dan tanpa ku sangka dia menggigit bibir bawahku hingga berdarah.
"Awwww" kataku sambil mendorongnya menjauh. Aku melihat bibirnya penuh dengan darah.
Aku merasakan bibirku sakit dan pedih. Aku ga nyangka dia akan lakuin hal itu terhadapku.
#2cinta1hati_story

Part 35 "Kenapa?" tanyanya dingin.
"Ngga" jawabku cuek.
"Gimana ciumannya tadi?" Dia menanyakan pertanyaan itu dengan nada sinis. Apa dia sedang menyindirku atau apa?
"Biasa aja" aku berusaha secuek mungkin. Emang dia pikir dia aja yang bisa bersikap dingin sama aku.
Aku merasakan mobil berhenti dengan mendadak. Aku melihatnya dan dia sudah memandangku dengan tajam. Ohh astaga tatapannya benar2 mematikan. Apa aku harus mati disini sekarang juga hanya karena berciuman dengan temannya? Aku fikir aku ga separah itu. Aku ga kayak dia yang dengan gampangnya ciuman dengan semua wanita menarik di belakangku. Kesalahannku tidak sefatal kesalahannya. Toh Kak Bani pacar aku. Lagi pula kita terikat hanya karena perjodohan bodoh itu, bukan karena CINTA.
Lalu aku merasakan dia mengangkat daguku, memandangi bibirku secara intens, sebenarnya apa sih yang akan dia lakukan? Lalu dia mengusap bibirku dengan ibujarinya, menghapus sisa ciuman Kak Bani tadi. "Jangan pernah lakukan itu lagi" Katanya dingin dan penuh penekanan. Dan entah kenapa aku merasa aku harus menentangnya.
"Kak Ali nggak berhak"
"Aku berhak!! Aku berhak atas diri kamu seutuhnya karena kamu adalah calon istri aku!" Dia memotong ucapanku. Dan tanpa ku sangka dia menggigit bibir bawahku hingga berdarah.
"Awwww" kataku sambil mendorongnya menjauh. Aku melihat bibirnya penuh dengan darah.
Aku merasakan bibirku sakit dan pedih. Aku ga nyangka dia akan lakuin hal itu terhadapku.
#2cinta1hati_story
67 2 7 June, 2016
@cumafans.aliprilly Profile picture

@cumafans.aliprilly

Part 40

Sejak saat itu aku rajin main ke rumah Ricky. Karena alamat rumah Prilly satu kompleks sama rumah Ricky, hanya beda blok aja. Bermacam2 alasan aku berikan ke Ricky karena dia mulai curiga dengan gelagatku yg hampir tiap hari kerumahnya. Dan akhirnya Ricky tau klo aku kerumahnya cuma karena ingin menemui seorang gadis. Semoga aja si Ricky ga ember menyebarkan hal ini kesemua org.
Sore itu entah kenapa aku pgn bgt main basket di taman kompleks perumahan Ricky. Aku fikir dengan begitu aku bisa sedikit melupakan Prilly, akhirnya aku mengajak Ricky dan tetangga2nya main basket. Saat istirahat dr bermain basket, tiba2 pandanganku menuju ke satu arah. Ke arah seorang gadis yang sedang duduk dengan santai, memakai headset dan membaca sebuah buku.
Aku terpana melihat dia ada disini. Aku memandangi dia dari kejauhan. Tiba2...
"Apa dia orangnya?" Pertanyaan Ricky mengagetkanku.
Aku mengangguk. Dan tanpa kusangka dia tertawa.
"Hahahhaha muka lo bener2 lucu Li"
"Lo udah gila ya Rick?" tanyaku padanya tapi dia makin tertawa sambil menggeleng2kan kepalanya.
"Lo yang gila Li hahhahhaha. Gue rasa lo emang udah jatuh cinta sama tuh cewek. Seorang Aliando Digo Syarief yg playboy jatuh cinta hahahhaa. Mendingan lo samperin dia, sebelum lo bener2 jd gila. Gue ga pernah liat lo linglung cuma karena ngeliat cewek kayak gini Li" kata2 Ricky membuatku berfikir.
#2cinta1hati_story

Part 40

Sejak saat itu aku rajin main ke rumah Ricky. Karena alamat rumah Prilly satu kompleks sama rumah Ricky, hanya beda blok aja. Bermacam2 alasan aku berikan ke Ricky karena dia mulai curiga dengan gelagatku yg hampir tiap hari kerumahnya. Dan akhirnya Ricky tau klo aku kerumahnya cuma karena ingin menemui seorang gadis. Semoga aja si Ricky ga ember menyebarkan hal ini kesemua org.
Sore itu entah kenapa aku pgn bgt main basket di taman kompleks perumahan Ricky. Aku fikir dengan begitu aku bisa sedikit melupakan Prilly, akhirnya aku mengajak Ricky dan tetangga2nya main basket. Saat istirahat dr bermain basket, tiba2 pandanganku menuju ke satu arah. Ke arah seorang gadis yang sedang duduk dengan santai, memakai headset dan membaca sebuah buku.
Aku terpana melihat dia ada disini. Aku memandangi dia dari kejauhan. Tiba2...
"Apa dia orangnya?" Pertanyaan Ricky mengagetkanku.
Aku mengangguk. Dan tanpa kusangka dia tertawa.
"Hahahhaha muka lo bener2 lucu Li"
"Lo udah gila ya Rick?" tanyaku padanya tapi dia makin tertawa sambil menggeleng2kan kepalanya.
"Lo yang gila Li hahhahhaha. Gue rasa lo emang udah jatuh cinta sama tuh cewek. Seorang Aliando Digo Syarief yg playboy jatuh cinta hahahhaa. Mendingan lo samperin dia, sebelum lo bener2 jd gila. Gue ga pernah liat lo linglung cuma karena ngeliat cewek kayak gini Li" kata2 Ricky membuatku berfikir.
#2cinta1hati_story
74 3 8 June, 2016