#kajian Instagram Photos & Videos

kajian - 1.8m posts

    Ustadz Sofyan Chalid Ruray

4 pilihan jika anda didzolimi orang lain:

1. Membalas perbuatan dzolim itu dengan perbuatan yang setimpal.

Allah berfirman: “Oleh sebab itu barangsiapa yg menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. (QS. Al-Baqarah: 194)

Imam Al Qurthubi menjelaskan, “Barangsiapa saja yg menzalimimu maka ambillah hakmu yg dizalimi tersebut, barangsiapa yg mencacimu, maka cacilah ia sesuai dengan cacian yg setimpal. Barangsiapa dipermalukan maka permalukan dia dan janganlah kamu melebihi itu. (Tafsir Qurthubi jilid 2 hl 360 terbitan Daar Al-Shaab Kairo th. 1372 H)

2. Membalas dengan sikap sabar

Allah berfirman: “Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yg sama dengan siksaan yg ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yg lebih baik bagi orang-orang yg sabar.” (QS. An-Nahl: 126)

3. Memaafkan kesalahannya

Allah berfirman: “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yg serupa. Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yg zalim.” (QS. Asy-Syura: 40)

4. Membalas dengan kebaikan

Allah berfirman: “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Dan sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushshilat: 34-35)

Judul full kajian: terdahulu

#ustadzsofyanchalidruray_dv
#yayanabuahmad
#dzalim_dv
#kajian
#kajianislam
#kajiansunnah

    Ustadz Sofyan Chalid Ruray

    4 pilihan jika anda didzolimi orang lain:

    1. Membalas perbuatan dzolim itu dengan perbuatan yang setimpal.

    Allah berfirman: “Oleh sebab itu barangsiapa yg menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. (QS. Al-Baqarah: 194)

    Imam Al Qurthubi menjelaskan, “Barangsiapa saja yg menzalimimu maka ambillah hakmu yg dizalimi tersebut, barangsiapa yg mencacimu, maka cacilah ia sesuai dengan cacian yg setimpal. Barangsiapa dipermalukan maka permalukan dia dan janganlah kamu melebihi itu. (Tafsir Qurthubi jilid 2 hl 360 terbitan Daar Al-Shaab Kairo th. 1372 H)

    2. Membalas dengan sikap sabar

    Allah berfirman: “Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yg sama dengan siksaan yg ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yg lebih baik bagi orang-orang yg sabar.” (QS. An-Nahl: 126)

    3. Memaafkan kesalahannya

    Allah berfirman: “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yg serupa. Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yg zalim.” (QS. Asy-Syura: 40)

    4. Membalas dengan kebaikan

    Allah berfirman: “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Dan sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushshilat: 34-35)

    Judul full kajian: terdahulu

    #ustadzsofyanchalidruray_dv
    #yayanabuahmad
    #dzalim_dv
    #kajian
    #kajianislam
    #kajiansunnah

    0 0 1 minute ago
    *_Kapan Terakhir Merasakannya?_*

Kapan terakhir kau merasakan nikmat saat shalat?
Dengan membawa perasaan yang begitu tergantung padaNya.

Kapan terakhir kau merasakan rindu untuk tersedu?
Berdoa dihadapannya dengan segenap kelemahan diri.

Kapan terakhir kau begitu merasa terikat dengan Al Qur’an?
Yang tiada hari tanpa kau sentuh, kau baca dan kau pahami.

Kapan terakhir kau merasa begitu bergantung kepadaNya?
Yang menjadikan mu selalu merasa kecil dan tak berdaya.

Kapan terakhir kau merasa tak memiliki apapun?
Hingga saat ada yang hilang dari diri mu kau tak merasa berat karenanya.

Kapan kau merasa tak membutuhkan apapun selain ALLAH?
Hingga kau hanya berharap padaNya bukan pada makhluk lainnya.

Kapan terakhir kau merasakan ALLAH mencukupi setiap hajat mu?
Hingga tak hari yang kau lewatkan tanpa ketentraman.

Kapan terakhir kau merasakan semuanya?

#sholat
#dakwah
#islam
#sunnah
#hijrah
#muslimah
#muslim
#kajian
#tauhid
#quran
#dzikir
#salaf
#selfreminder
#ceramah
#sholawat
#attin
#attinhijabstore

    *_Kapan Terakhir Merasakannya?_*

    Kapan terakhir kau merasakan nikmat saat shalat?
    Dengan membawa perasaan yang begitu tergantung padaNya.

    Kapan terakhir kau merasakan rindu untuk tersedu?
    Berdoa dihadapannya dengan segenap kelemahan diri.

    Kapan terakhir kau begitu merasa terikat dengan Al Qur’an?
    Yang tiada hari tanpa kau sentuh, kau baca dan kau pahami.

    Kapan terakhir kau merasa begitu bergantung kepadaNya?
    Yang menjadikan mu selalu merasa kecil dan tak berdaya.

    Kapan terakhir kau merasa tak memiliki apapun?
    Hingga saat ada yang hilang dari diri mu kau tak merasa berat karenanya.

    Kapan kau merasa tak membutuhkan apapun selain ALLAH?
    Hingga kau hanya berharap padaNya bukan pada makhluk lainnya.

    Kapan terakhir kau merasakan ALLAH mencukupi setiap hajat mu?
    Hingga tak hari yang kau lewatkan tanpa ketentraman.

    Kapan terakhir kau merasakan semuanya?

    #sholat
    #dakwah
    #islam
    #sunnah
    #hijrah
    #muslimah
    #muslim
    #kajian
    #tauhid
    #quran
    #dzikir
    #salaf
    #selfreminder
    #ceramah
    #sholawat
    #attin
    #attinhijabstore

    1 1 3 minutes ago
    [Tidak Akan Rugi Memperbanyak Istighfar] 🍃
-
Di sela-sela kesibukan kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini, hendaklah kita memperbanyak istighfar (memohon ampun kepada Allah Ta'ala).
.
Karena kita tidak tahu, berapa banyak bala bencana yang dijauhkan dari kita, banyak nikmat yang kita tidak menyadarinya.
.
Oleh karena itu mari kita perbanyak istighfar, karena tidak akan rugi ketika kita memperbanyak istighfar, justru kebahagiaan dan keberuntungan yang akan kita dapat.
.
Aisyah radhiallahu 'anha menyampaikan:
.
طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا
.
"Keberuntungan bagi seseorang yang mendapati banyak istighfar di lembar catatan amalnya".
.
(HR. Al-Baihaqi)
.
Dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
.
مَنْ أَحَبَّ أَنْ تَسُرَّهُ صَحِيْفَتُهُ فَلْيُكْثِرْ فِيْهَا مِنَ الْاِسْتِغْفَارِ
.
"Barangsiapa yang ingin agar lembar catatan amalnya menyenangkannya, hendaknya dia memperbanyak istighfar di dalamnya".
.
(HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
.
Dan istighfar yang dibarengi dengan meninggalkan perbuatan dosa, tidak terus menerus melakukan kesalahan demi kesalahan, itulah yang disebut dengan taubat nashuha yang akan berguna untuk menghapus perilaku-perilaku yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam.
.
Allahu a'lam.
.
Semoga kita dimudahkan untuk memperbanyak istighfar dalam setiap waktu kita...
.
Aamiin... 📑 : Ust. Fuad Hamzah Baraba حفظه الله تعالى
🔁 : Feel free for share
🌟 : Follow @Muslimtype | #muslimtype
🔸Tag Sahabatmu🔸#SelfReminder
-
#muslim #muslimah #kajianyuk #kajiansunnah #kajianislam #kajian #dakwah #salaf #sunnah #istighfar #taubat

    [Tidak Akan Rugi Memperbanyak Istighfar] 🍃
    -
    Di sela-sela kesibukan kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini, hendaklah kita memperbanyak istighfar (memohon ampun kepada Allah Ta'ala).
    .
    Karena kita tidak tahu, berapa banyak bala bencana yang dijauhkan dari kita, banyak nikmat yang kita tidak menyadarinya.
    .
    Oleh karena itu mari kita perbanyak istighfar, karena tidak akan rugi ketika kita memperbanyak istighfar, justru kebahagiaan dan keberuntungan yang akan kita dapat.
    .
    Aisyah radhiallahu 'anha menyampaikan:
    .
    طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا
    .
    "Keberuntungan bagi seseorang yang mendapati banyak istighfar di lembar catatan amalnya".
    .
    (HR. Al-Baihaqi)
    .
    Dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
    .
    مَنْ أَحَبَّ أَنْ تَسُرَّهُ صَحِيْفَتُهُ فَلْيُكْثِرْ فِيْهَا مِنَ الْاِسْتِغْفَارِ
    .
    "Barangsiapa yang ingin agar lembar catatan amalnya menyenangkannya, hendaknya dia memperbanyak istighfar di dalamnya".
    .
    (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
    .
    Dan istighfar yang dibarengi dengan meninggalkan perbuatan dosa, tidak terus menerus melakukan kesalahan demi kesalahan, itulah yang disebut dengan taubat nashuha yang akan berguna untuk menghapus perilaku-perilaku yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam.
    .
    Allahu a'lam.
    .
    Semoga kita dimudahkan untuk memperbanyak istighfar dalam setiap waktu kita...
    .
    Aamiin... 📑 : Ust. Fuad Hamzah Baraba حفظه الله تعالى
    🔁 : Feel free for share
    🌟 : Follow @Muslimtype | #muslimtype
    🔸Tag Sahabatmu🔸 #SelfReminder
    -
    #muslim #muslimah #kajianyuk #kajiansunnah #kajianislam #kajian #dakwah #salaf #sunnah #istighfar #taubat

    61 0 6 minutes ago
    Follow : @dody_struggle .
.
Ustadz Abdullah Zaen

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَطْيَبِ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ وَوَلَدُهُ مِنْ كَسْبِهِ

Sesungguhnya sebaik-baik yang dimakan oleh seseorang adalah dari hasil usahanya. Anak itu adalah hasil usaha orang tua. (HR. Abu Daud, no. 3528; An-Nasai dalam Al-Kubra, 4: 4)

Dalam riwayat lain disebutkan,

وَلَدُ الرَّجُلِ مِنْ كَسْبِهِ مِنْ أَطْيَبِ كَسْبِهِ فَكُلُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

Anak seseorang itu adalah hasil dari usahanya, itu adalah sebaik-baik usahanya. Maka makanlah dari harta mereka.” (HR. Abu Daud, no. 3529)

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari bapaknya, dari kakeknya, ia berkata bahwa ada seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki harta dan anak. Namun orang tuaku membutuhkan hartaku. Rasulullah kemudian menjawab,

أَنْتَ وَمَالُكَ لِوَالِدِكَ إِنَّ أَوْلاَدَكُمْ مِنْ أَطْيَبِ كَسْبِكُمْ فَكُلُوا مِنْ كَسْبِ أَوْلاَدِكُمْ

Engkau dan hartamu milik orang tuamu. Sesungguhnya anak-anakmu adalah sebaik-baik hasil usahamu. Makanlah dari hasil usaha anak-anakmu.” (HR. Abu Daud, no. 3530; Ahmad, 2: 214). https://rumaysho.com/14672-mengambil-harta-anak-tanpa-izin.html

Judul full kajian: pintu surga di rumahmu

#ustadzabdullahzaen_dv
#yayanabuahmad
#harta_dv
#kajian
#kajianislam
#kajiansunnah

    Follow : @dody_struggle .
    .
    Ustadz Abdullah Zaen

    Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    إِنَّ مِنْ أَطْيَبِ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ وَوَلَدُهُ مِنْ كَسْبِهِ

    Sesungguhnya sebaik-baik yang dimakan oleh seseorang adalah dari hasil usahanya. Anak itu adalah hasil usaha orang tua. (HR. Abu Daud, no. 3528; An-Nasai dalam Al-Kubra, 4: 4)

    Dalam riwayat lain disebutkan,

    وَلَدُ الرَّجُلِ مِنْ كَسْبِهِ مِنْ أَطْيَبِ كَسْبِهِ فَكُلُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

    Anak seseorang itu adalah hasil dari usahanya, itu adalah sebaik-baik usahanya. Maka makanlah dari harta mereka.” (HR. Abu Daud, no. 3529)

    Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari bapaknya, dari kakeknya, ia berkata bahwa ada seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki harta dan anak. Namun orang tuaku membutuhkan hartaku. Rasulullah kemudian menjawab,

    أَنْتَ وَمَالُكَ لِوَالِدِكَ إِنَّ أَوْلاَدَكُمْ مِنْ أَطْيَبِ كَسْبِكُمْ فَكُلُوا مِنْ كَسْبِ أَوْلاَدِكُمْ

    Engkau dan hartamu milik orang tuamu. Sesungguhnya anak-anakmu adalah sebaik-baik hasil usahamu. Makanlah dari hasil usaha anak-anakmu.” (HR. Abu Daud, no. 3530; Ahmad, 2: 214). https://rumaysho.com/14672-mengambil-harta-anak-tanpa-izin.html

    Judul full kajian: pintu surga di rumahmu

    #ustadzabdullahzaen_dv
    #yayanabuahmad
    #harta_dv
    #kajian
    #kajianislam
    #kajiansunnah

    3 0 8 minutes ago
    Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas

Melafalkan niat tidak ada asalnya (tidak memiliki landasan) dalam agama Islam. Akan tetapi, hanya merupakan salah paham beberapa orang dari perkataan Imam Syafi’i ketika beliau mengatakan bahwa seseorang tidak sah (untuk) melakukan shalat kecuali harus dengan ucapan. Maksud dari ucapan beliau adalah ucapan takbiratul ihram, tetapi mereka menafsirkan dengan tafsir yang salah, yaitu melafalkan niat.

Abul Abbas Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa bersuara keras membaca lafaz niat semisal ucapan ‘allahumma inni nawaitu an usholliya az zhuhra arba’a rakaatin, Allahu Akbar. Menurut beliau lafaz niat yang dibaca dengan keras adalah bid’ah dengan sepakat seluruh kaum muslimin.

Mengingat tidak ada riwayat dari Nabi, tidak pula dilakukan oleh para shahabat semisal khulafaur rasyidin dan selainnya maka hal ini menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah ibadah yang dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah namun tanpa dasar berpijak yang akurat. Walhasil, hal tersebut tidaklah dituntunkan di dalam sholat.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan dalam kitab beliau Zaadul Ma’ad, I/201, ”Jika seseorang menunjukkan pada kami satu hadits saja dari Rasul dan para sahabat tentang perkara ini (mengucapkan niat), tentu kami akan menerimanya. Kami akan menerimanya dengan lapang dada. Karena tidak ada petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi dan sahabatnya. Dan tidak ada petunjuk yang patut diikuti kecuali petunjuk yang disampaikan oleh pemilik syari’at yaitu Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam.” Dan sebelumnya beliau mengatakan mengenai petunjuk Nabi dalam shalat, ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila hendak mendirikan shalat maka beliau mengucapkan: ‘Allahu Akbar’. Dan beliau tidak mengatakan satu lafadz pun sebelum takbir dan tidak pula melafadzkan niat sama sekali.” .
.
Judul full kajian: prinsip prinsip dakwah salafiyah | link video: https://youtu.be/4_bn_s2QvAQ

Instagram: dakwah.vidgram
Facebook: dakwah.vidgram
Twitter: dakwah_vidgram
Youtube: dakwah vidgram

#ustadzyazidabdulqadirjawas_dv
#yayanabuahmad
#niatsholat_dv
#kajian
#kajianislam
#kajiansunnah

    Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas

    Melafalkan niat tidak ada asalnya (tidak memiliki landasan) dalam agama Islam. Akan tetapi, hanya merupakan salah paham beberapa orang dari perkataan Imam Syafi’i ketika beliau mengatakan bahwa seseorang tidak sah (untuk) melakukan shalat kecuali harus dengan ucapan. Maksud dari ucapan beliau adalah ucapan takbiratul ihram, tetapi mereka menafsirkan dengan tafsir yang salah, yaitu melafalkan niat.

    Abul Abbas Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa bersuara keras membaca lafaz niat semisal ucapan ‘allahumma inni nawaitu an usholliya az zhuhra arba’a rakaatin, Allahu Akbar. Menurut beliau lafaz niat yang dibaca dengan keras adalah bid’ah dengan sepakat seluruh kaum muslimin.

    Mengingat tidak ada riwayat dari Nabi, tidak pula dilakukan oleh para shahabat semisal khulafaur rasyidin dan selainnya maka hal ini menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah ibadah yang dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah namun tanpa dasar berpijak yang akurat. Walhasil, hal tersebut tidaklah dituntunkan di dalam sholat.

    Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan dalam kitab beliau Zaadul Ma’ad, I/201, ”Jika seseorang menunjukkan pada kami satu hadits saja dari Rasul dan para sahabat tentang perkara ini (mengucapkan niat), tentu kami akan menerimanya. Kami akan menerimanya dengan lapang dada. Karena tidak ada petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi dan sahabatnya. Dan tidak ada petunjuk yang patut diikuti kecuali petunjuk yang disampaikan oleh pemilik syari’at yaitu Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam.” Dan sebelumnya beliau mengatakan mengenai petunjuk Nabi dalam shalat, ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila hendak mendirikan shalat maka beliau mengucapkan: ‘Allahu Akbar’. Dan beliau tidak mengatakan satu lafadz pun sebelum takbir dan tidak pula melafadzkan niat sama sekali.” .
    .
    Judul full kajian: prinsip prinsip dakwah salafiyah | link video: https://youtu.be/4_bn_s2QvAQ

    Instagram: dakwah.vidgram
    Facebook: dakwah.vidgram
    Twitter: dakwah_vidgram
    Youtube: dakwah vidgram

    #ustadzyazidabdulqadirjawas_dv
    #yayanabuahmad
    #niatsholat_dv
    #kajian
    #kajianislam
    #kajiansunnah

    0 0 8 minutes ago
    Pejabat kena OTT, artis terjerat narkoba dan seorang PSK terjaring Razia. 
Semua memaki dengan jemawa.
Ramai ramai berebut dosa merasa suci, lupa bahwa kita dan mereka hanya berbeda dosa.
Silahkan membenci dosa, silahkan membenci perilaku buruk, tapi tidak dengan manusianya.
Sebab yang hari ini buruk bisa jadi esok akan lebih baik, begitupun sebaliknya.
Ingat!
Walau namamu melangit, tetaplah membumi.
Hanya kepada Allah kita memohon perlindungan dari dosa yang tampak dan yang tidak  tampak. 
#Tawadhu, #tawadhu #tawadhu, #jagalisandantulisan #islam #muslim #kisahislami #hijrah #kajian #kajianustadzadihidayat

    Pejabat kena OTT, artis terjerat narkoba dan seorang PSK terjaring Razia.
    Semua memaki dengan jemawa.
    Ramai ramai berebut dosa merasa suci, lupa bahwa kita dan mereka hanya berbeda dosa.
    Silahkan membenci dosa, silahkan membenci perilaku buruk, tapi tidak dengan manusianya.
    Sebab yang hari ini buruk bisa jadi esok akan lebih baik, begitupun sebaliknya.
    Ingat!
    Walau namamu melangit, tetaplah membumi.
    Hanya kepada Allah kita memohon perlindungan dari dosa yang tampak dan yang tidak tampak.
    #Tawadhu, #tawadhu #tawadhu, #jagalisandantulisan #islam #muslim #kisahislami #hijrah #kajian #kajianustadzadihidayat

    2 0 13 minutes ago
    Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘ahnu, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ”Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian berinfaq emas seperti Gunung Uhud, tidak akan menyamai satu mud (infaq) salah seorang dari mereka dan tidak pula setengahnya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Abu Zur’ah Ar Razi berkata: ”Jika kamu melihat seseorang melecehkan seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ketahuilah bahwa ia seorang zindiq. Karena menurut kita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah benar dan Al Qur’an benar. Sedangkan yang menyampaikan Al Qur’an dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita adalah para sahabat. Mereka hanya ingin mencela para saksi kita untuk menghancurkan Al Qur’an dan Sunnah. Celaan kepada mereka (para pencela) lebih pantas, dan mereka adalah zindiq”. (Min Aqwal Al Munshifin Fi Ash Shahabat Al Khalifah Mu’awiyah, karya Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al ‘Abad, Cetakan pertama, Tahun 1416 H, Markas Syu’un Ad Dakwah, Al Jami’ah Al Islamiyah, Madinah, hlm. 12)

Judul full kajian: seandainya itu baik pasti mereka mengerjakan | link video: https://youtu.be/L7MIzgF4mc8

Instagram: dakwah.vidgram
Facebook: dakwah.vidgram
Twitter: dakwah_vidgram
Youtube: dakwah vidgram

#ustadzabdulhakimamirabdat_dv
#yayanabuahmad
#sahabat_dv
#kajian
#kajianislam
#kajiansunnah

    Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat

    عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ

    Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘ahnu, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ”Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian berinfaq emas seperti Gunung Uhud, tidak akan menyamai satu mud (infaq) salah seorang dari mereka dan tidak pula setengahnya. (HR. Bukhari dan Muslim)

    Imam Abu Zur’ah Ar Razi berkata: ”Jika kamu melihat seseorang melecehkan seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ketahuilah bahwa ia seorang zindiq. Karena menurut kita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah benar dan Al Qur’an benar. Sedangkan yang menyampaikan Al Qur’an dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita adalah para sahabat. Mereka hanya ingin mencela para saksi kita untuk menghancurkan Al Qur’an dan Sunnah. Celaan kepada mereka (para pencela) lebih pantas, dan mereka adalah zindiq”. (Min Aqwal Al Munshifin Fi Ash Shahabat Al Khalifah Mu’awiyah, karya Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al ‘Abad, Cetakan pertama, Tahun 1416 H, Markas Syu’un Ad Dakwah, Al Jami’ah Al Islamiyah, Madinah, hlm. 12)

    Judul full kajian: seandainya itu baik pasti mereka mengerjakan | link video: https://youtu.be/L7MIzgF4mc8

    Instagram: dakwah.vidgram
    Facebook: dakwah.vidgram
    Twitter: dakwah_vidgram
    Youtube: dakwah vidgram

    #ustadzabdulhakimamirabdat_dv
    #yayanabuahmad
    #sahabat_dv
    #kajian
    #kajianislam
    #kajiansunnah

    0 0 14 minutes ago

Top #kajian posts

    Ustadz Ahmad Zainuddin

Pertanyaan: Ada seseorang mengerjakan shalat shubuh setelah matahari terbit dan ini sudah jadi kebiasaannya setiap paginya dan hal ini sudah berlangsung selama dua tahun. Apakah sah shalat yang dilakukan oleh orang semacam ini? .
.
Jawab :
Diharamkan bagi seseorang mengakhirkan shalat sampai ke luar waktunya. Wajib bagi setiap muslim yang telah dibebani syari’at untuk menjaga shalat di waktunya –termasuk shalat shubuh dan shalat yang lainnya-. Dia bisa menjadikan alat-alat pengingat (seperti alarm)  untuk membangunkannya (di waktu shubuh). (Fatwa Al Lajnah Ad Da’imah no. 8371)

Kemudian dalam Fatwa Al Lajnah Ad Daimah yang lain (no. 7976) dijelaskan bahwa jika seseorang sengaja tidur sehingga lalai dari shalat dan ketika bangun tidur dia pun sengaja meninggalkan shalat, hal ini dilakukan berkali-kali (bukan hanya sekali); atau mungkin pula dia mengerjakan shalat ketika dia bangun tidur namun di luar waktunya, maka orang-orang semacam ini sama saja dengan orang-orang yang meninggalkan shalat. Juga termasuk orang yang meninggalkan shalat adalah orang yang sengaja tidur dan tidak mau menunaikan shalat di waktunya, dia tidak mengambil sebab untuk bangun di pagi harinya agar bisa mengerjakan shalat tepat waktu

Judul full kajian: kebiasaan kaum jahiliah 9 | link video: https://youtu.be/wKhZGCEirzQ

Instagram: dakwah.vidgram
Facebook: dakwah.vidgram
Twitter: dakwah_vidgram
Youtube: dakwah vidgram

#ustadzahmadzainuddin_dv
#yayanabuahmad
#sholatsubuh_dv
#kajian
#kajianislam
#kajiansunnah

    Ustadz Ahmad Zainuddin

    Pertanyaan: Ada seseorang mengerjakan shalat shubuh setelah matahari terbit dan ini sudah jadi kebiasaannya setiap paginya dan hal ini sudah berlangsung selama dua tahun. Apakah sah shalat yang dilakukan oleh orang semacam ini? .
    .
    Jawab :
    Diharamkan bagi seseorang mengakhirkan shalat sampai ke luar waktunya. Wajib bagi setiap muslim yang telah dibebani syari’at untuk menjaga shalat di waktunya –termasuk shalat shubuh dan shalat yang lainnya-. Dia bisa menjadikan alat-alat pengingat (seperti alarm)  untuk membangunkannya (di waktu shubuh). (Fatwa Al Lajnah Ad Da’imah no. 8371)

    Kemudian dalam Fatwa Al Lajnah Ad Daimah yang lain (no. 7976) dijelaskan bahwa jika seseorang sengaja tidur sehingga lalai dari shalat dan ketika bangun tidur dia pun sengaja meninggalkan shalat, hal ini dilakukan berkali-kali (bukan hanya sekali); atau mungkin pula dia mengerjakan shalat ketika dia bangun tidur namun di luar waktunya, maka orang-orang semacam ini sama saja dengan orang-orang yang meninggalkan shalat. Juga termasuk orang yang meninggalkan shalat adalah orang yang sengaja tidur dan tidak mau menunaikan shalat di waktunya, dia tidak mengambil sebab untuk bangun di pagi harinya agar bisa mengerjakan shalat tepat waktu

    Judul full kajian: kebiasaan kaum jahiliah 9 | link video: https://youtu.be/wKhZGCEirzQ

    Instagram: dakwah.vidgram
    Facebook: dakwah.vidgram
    Twitter: dakwah_vidgram
    Youtube: dakwah vidgram

    #ustadzahmadzainuddin_dv
    #yayanabuahmad
    #sholatsubuh_dv
    #kajian
    #kajianislam
    #kajiansunnah

    5,095 42 20 August, 2019