#kajiansunnah Instagram Photos & Videos

kajiansunnah - 1.6m posts

    لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
.
*PROGRAM PENGURUSAN JENAZAH*

Bismillah

Alhamdulillah

Pemberitahuan kepada kaum muslimin dimana saja berada yang dimuliakan Allah, bahwa kami panitia Masjid Imam Nawawi di Sepunggur, membentuk *Rukun Kematian.* *Tujuan di bentuknya Rukun Kematian adalah untuk membantu meringankan beban bagi keluarga duka,dan juga membantu pengurusan/pemakaman secara sunnah.* ▪Oleh karena itu kami menghimbau kepada jamaah semuanya, untuk ikut berpartisipasi atau ikut serta menjadi Anggota Rukun Kematian tersebut.

Untuk itu kami membuka iuran kepada para anggota Rukun Kematian, iuran yang ditetapkan oleh panitia sebesar *Rp 20.000 per bulan dan apabila ada rejeki lebih, boleh lebih dari Rp 20.000.* Iuran tersebut nantinya akan di gunakan untuk ▪Pembelian perlengkapan jenazah
▪Pembayaran pemakaman
▪Biaya ambulan
▪Santunan keluarga *Salurkan donasi iuran anda melalui :*
👇
Bank Mandiri Syariah
Rek : 7116354955
Kode : 451
An : Muhamad Ikhsanudin *▪Konfirmasi anggota dan donasi ke*
👇
Akh Ikhsan : 081348772940 ▪Demikian informasi ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan : 
Jazakumullahu khairan 
Barakallahu fikum

#tanahbumbumengaji #batulicinmengaji #sepunggurbertauhid #pagatanbertauhid #angsanamengaji #satuibertauhid #sungaidanaumengaji  #kajiansalaf #kajiansunnah #kajianyuk #batulicinmengaji #ky_tanahbumbu #ilmu #menuntutilmu #ky_kalsel #kajianmuslimah #muslimahmengaji #tauhid #kalselbertauhid #amal #pagatanmengaji #sunnah #tanahbumbubertauhid

    لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    .
    *PROGRAM PENGURUSAN JENAZAH*

    Bismillah

    Alhamdulillah

    Pemberitahuan kepada kaum muslimin dimana saja berada yang dimuliakan Allah, bahwa kami panitia Masjid Imam Nawawi di Sepunggur, membentuk *Rukun Kematian.* *Tujuan di bentuknya Rukun Kematian adalah untuk membantu meringankan beban bagi keluarga duka,dan juga membantu pengurusan/pemakaman secara sunnah.* ▪Oleh karena itu kami menghimbau kepada jamaah semuanya, untuk ikut berpartisipasi atau ikut serta menjadi Anggota Rukun Kematian tersebut.

    Untuk itu kami membuka iuran kepada para anggota Rukun Kematian, iuran yang ditetapkan oleh panitia sebesar *Rp 20.000 per bulan dan apabila ada rejeki lebih, boleh lebih dari Rp 20.000.* Iuran tersebut nantinya akan di gunakan untuk ▪Pembelian perlengkapan jenazah
    ▪Pembayaran pemakaman
    ▪Biaya ambulan
    ▪Santunan keluarga *Salurkan donasi iuran anda melalui :*
    👇
    Bank Mandiri Syariah
    Rek : 7116354955
    Kode : 451
    An : Muhamad Ikhsanudin *▪Konfirmasi anggota dan donasi ke*
    👇
    Akh Ikhsan : 081348772940 ▪Demikian informasi ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan :
    Jazakumullahu khairan
    Barakallahu fikum

    #tanahbumbumengaji #batulicinmengaji #sepunggurbertauhid #pagatanbertauhid #angsanamengaji #satuibertauhid #sungaidanaumengaji #kajiansalaf #kajiansunnah #kajianyuk #batulicinmengaji #ky_tanahbumbu #ilmu #menuntutilmu #ky_kalsel #kajianmuslimah #muslimahmengaji #tauhid #kalselbertauhid #amal #pagatanmengaji #sunnah #tanahbumbubertauhid

    1 0 21 August, 2019
    Reposted from @kajiandakwah -  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
MASIHKAH KITA KHAWATIR DENGAN REZEKI?

Ingatlah, rezeki selain sudah diatur, juga sudah dibagi dengan adil.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ “Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuraa: 27)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Allah memberi rizki pada mereka sesuai dengan pilihan-Nya dan Allah selalu melihat manakah yang maslahat untuk mereka. Allah tentu yang lebih mengetahui manakah yang terbaik untuk mereka. Allah-lah yang memberikan kekayaan bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya. Dan Allah-lah yang memberikan kefakiran bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6: 553)

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

https://rumaysho.com/10276-tak-perlu-khawatir-dengan-rezeki.html

#kajiandakwah #kajiandakwahsunnah #kajianislam #kajiandakwah #kajiansunnah #kajiantauhid #dakwahsunnah #dakwahislam #manhajsalaf #likeforlikes #likeforfollow #instagram #2019 #ahlussunnahwaljamaah - #regrann

    Reposted from @kajiandakwah - بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
    MASIHKAH KITA KHAWATIR DENGAN REZEKI?

    Ingatlah, rezeki selain sudah diatur, juga sudah dibagi dengan adil.

    Allah Ta’ala berfirman,

    وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ “Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuraa: 27)

    Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Allah memberi rizki pada mereka sesuai dengan pilihan-Nya dan Allah selalu melihat manakah yang maslahat untuk mereka. Allah tentu yang lebih mengetahui manakah yang terbaik untuk mereka. Allah-lah yang memberikan kekayaan bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya. Dan Allah-lah yang memberikan kefakiran bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6: 553)

    Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

    https://rumaysho.com/10276-tak-perlu-khawatir-dengan-rezeki.html

    #kajiandakwah #kajiandakwahsunnah #kajianislam #kajiandakwah #kajiansunnah #kajiantauhid #dakwahsunnah #dakwahislam #manhajsalaf #likeforlikes #likeforfollow #instagram #2019 #ahlussunnahwaljamaah - #regrann

    5 0 21 August, 2019
    Setiap muslim yang ingin beruntung dunia akhirat hendaknya mengidam-idamkan sosok
suami dan istri dengan kriteria sebagai berikut:
_
1. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya
Ini adalah kriteria yang paling utama dari kriteria yang lain. Maka dalam memilih calon
pasangan hidup, minimal harus terdapat satu syarat ini. Karena Allah Ta’ala berfirman, yang
artinya : “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa.” (QS. Al
Hujurat: 13)
_
Rasulullah صلى الله عليه وسلم pun menganjurkan memilih istri yang baik agamanya,
_ “Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya,
karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus
agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR.
Bukhari-Muslim)
_
2. Al Kafa’ah (Sekufu)
Al Kafa’ah secara syariat menurut mayoritas ulama adalah sebanding dalam agama, nasab (keturunan), kemerdekaan dan pekerjaan. (Dinukil dari Panduan Lengkap Nikah, hal. 175). Atau dengan kata lain kesetaraan dalam agama dan status sosial. Banyak dalil yang
menunjukkan anjuran ini. Di antaranya firman Allah Ta’ala, yang artinya :
_ “Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk
wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan
laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)
_
Salah satu hikmah dari anjuran ini adalah kesetaraan dalam agama dan kedudukan sosial
dapat menjadi faktor kelanggengan rumah tangga. Hal ini diisyaratkan oleh kisah Zaid bin
Haritsah radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat yang paling dicintai oleh صلى الله عليه وسلم ,dinikahkan
dengan Zainab binti Jahsy radhiyallahu ‘anha. Zainab adalah wanita terpandang dan cantik,
sedangkan Zaid adalah lelaki biasa yang tidak tampan. Walhasil, pernikahan mereka pun
tidak berlangsung lama. Jika kasus seperti ini terjadi pada sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم ,apalagi
kita?
.
======================================
,
Sebarkan dan support dengan follow:
Sebarkan dan support dengan follow:
@kajiansunnah.video
@kajiansunnah.video
@kajiansunnah.video

    Setiap muslim yang ingin beruntung dunia akhirat hendaknya mengidam-idamkan sosok
    suami dan istri dengan kriteria sebagai berikut:
    _
    1. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya
    Ini adalah kriteria yang paling utama dari kriteria yang lain. Maka dalam memilih calon
    pasangan hidup, minimal harus terdapat satu syarat ini. Karena Allah Ta’ala berfirman, yang
    artinya : “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa.” (QS. Al
    Hujurat: 13)
    _
    Rasulullah صلى الله عليه وسلم pun menganjurkan memilih istri yang baik agamanya,
    _ “Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya,
    karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus
    agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR.
    Bukhari-Muslim)
    _
    2. Al Kafa’ah (Sekufu)
    Al Kafa’ah secara syariat menurut mayoritas ulama adalah sebanding dalam agama, nasab (keturunan), kemerdekaan dan pekerjaan. (Dinukil dari Panduan Lengkap Nikah, hal. 175). Atau dengan kata lain kesetaraan dalam agama dan status sosial. Banyak dalil yang
    menunjukkan anjuran ini. Di antaranya firman Allah Ta’ala, yang artinya :
    _ “Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk
    wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan
    laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)
    _
    Salah satu hikmah dari anjuran ini adalah kesetaraan dalam agama dan kedudukan sosial
    dapat menjadi faktor kelanggengan rumah tangga. Hal ini diisyaratkan oleh kisah Zaid bin
    Haritsah radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat yang paling dicintai oleh صلى الله عليه وسلم ,dinikahkan
    dengan Zainab binti Jahsy radhiyallahu ‘anha. Zainab adalah wanita terpandang dan cantik,
    sedangkan Zaid adalah lelaki biasa yang tidak tampan. Walhasil, pernikahan mereka pun
    tidak berlangsung lama. Jika kasus seperti ini terjadi pada sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم ,apalagi
    kita?
    .
    ======================================
    ,
    Sebarkan dan support dengan follow:
    Sebarkan dan support dengan follow:
    @kajiansunnah.video
    @kajiansunnah.video
    @kajiansunnah.video

    8 2 21 August, 2019
    Seorang wanita akan merasa sempurna jika telah menjadi istri. Seorang istri akan merasa sempurna jika ia telah menjadi seorang ibu dan seorang ibu akan merasa lebih bahagia jika ia dapat melayani suaminya, merawat, mendidik serta melihat tumbuh kembang anaknya sendiri. Semua itu bisa dilakukan jika wanita itu menjadi ibu rumah tangga.

Jika seorang wanita ditanya perihal apa pekerjaannya kemudian ia menjawab ibu rumah tangga, mungkin ada rasa minder karena sudah lulus S1 tetapi tidak bekerja di perusahaan untuk mengaplikasikan ilmunya. Bahkan orang lain beranggapan, percuma saja lulus kuliah kalau akhirnya hanya jadi ibu rumah tangga. Padahal, menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang mulia karena ia membangun dan memperkuat pondasi masyarakat yaitu sebuah keluarga.

Para wanita muslimah hendaknya selalu ingat bahwa kelak pada hari kiamat mereka akan ditanya tentang amanah tersebut yang dibebankan kepadanya. Namun demikian, jika dalam kondisi tertentu menuntut wanita untuk mencari nafkah, diperbolehkan baginya keluar rumah untuk bekerja, namun harus memperhatikan adab-adab keluar rumah sehingga tetap terjaga kemuliaan serta kesucian harga dirinya.
.
=====================================
,
Sebarkan dan support dengan follow:
Sebarkan dan support dengan follow:
@kajiansunnah.video
@kajiansunnah.video
@kajiansunnah.video
.
Barangsiapa memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 2674) .
.
#oemarmita #syameela #syameelachannel #postersyameela #oemarmitasyameela #kajiansyameela
#kajiansunnah #usthananattaki #shift #oneminutebooster #kajian #ustadadihidayatlc #ustadzadihidayatlc #1minutebooster #indonesiamengaji #videodakwah #ngajakngaji #ustadzsyafiqbasalamah #kajiandakwah #indonesiabertauhidofficial #ustadzsunnah

    Seorang wanita akan merasa sempurna jika telah menjadi istri. Seorang istri akan merasa sempurna jika ia telah menjadi seorang ibu dan seorang ibu akan merasa lebih bahagia jika ia dapat melayani suaminya, merawat, mendidik serta melihat tumbuh kembang anaknya sendiri. Semua itu bisa dilakukan jika wanita itu menjadi ibu rumah tangga.

    Jika seorang wanita ditanya perihal apa pekerjaannya kemudian ia menjawab ibu rumah tangga, mungkin ada rasa minder karena sudah lulus S1 tetapi tidak bekerja di perusahaan untuk mengaplikasikan ilmunya. Bahkan orang lain beranggapan, percuma saja lulus kuliah kalau akhirnya hanya jadi ibu rumah tangga. Padahal, menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang mulia karena ia membangun dan memperkuat pondasi masyarakat yaitu sebuah keluarga.

    Para wanita muslimah hendaknya selalu ingat bahwa kelak pada hari kiamat mereka akan ditanya tentang amanah tersebut yang dibebankan kepadanya. Namun demikian, jika dalam kondisi tertentu menuntut wanita untuk mencari nafkah, diperbolehkan baginya keluar rumah untuk bekerja, namun harus memperhatikan adab-adab keluar rumah sehingga tetap terjaga kemuliaan serta kesucian harga dirinya.
    .
    =====================================
    ,
    Sebarkan dan support dengan follow:
    Sebarkan dan support dengan follow:
    @kajiansunnah.video
    @kajiansunnah.video
    @kajiansunnah.video
    .
    Barangsiapa memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 2674) .
    .
    #oemarmita #syameela #syameelachannel #postersyameela #oemarmitasyameela #kajiansyameela
    #kajiansunnah #usthananattaki #shift #oneminutebooster #kajian #ustadadihidayatlc #ustadzadihidayatlc #1minutebooster #indonesiamengaji #videodakwah #ngajakngaji #ustadzsyafiqbasalamah #kajiandakwah #indonesiabertauhidofficial #ustadzsunnah

    15 0 21 August, 2019

Top #kajiansunnah posts

    Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas

Melafalkan niat tidak ada asalnya (tidak memiliki landasan) dalam agama Islam. Akan tetapi, hanya merupakan salah paham beberapa orang dari perkataan Imam Syafi’i ketika beliau mengatakan bahwa seseorang tidak sah (untuk) melakukan shalat kecuali harus dengan ucapan. Maksud dari ucapan beliau adalah ucapan takbiratul ihram, tetapi mereka menafsirkan dengan tafsir yang salah, yaitu melafalkan niat.

Abul Abbas Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa bersuara keras membaca lafaz niat semisal ucapan ‘allahumma inni nawaitu an usholliya az zhuhra arba’a rakaatin, Allahu Akbar. Menurut beliau lafaz niat yang dibaca dengan keras adalah bid’ah dengan sepakat seluruh kaum muslimin.

Mengingat tidak ada riwayat dari Nabi, tidak pula dilakukan oleh para shahabat semisal khulafaur rasyidin dan selainnya maka hal ini menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah ibadah yang dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah namun tanpa dasar berpijak yang akurat. Walhasil, hal tersebut tidaklah dituntunkan di dalam sholat.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan dalam kitab beliau Zaadul Ma’ad, I/201, ”Jika seseorang menunjukkan pada kami satu hadits saja dari Rasul dan para sahabat tentang perkara ini (mengucapkan niat), tentu kami akan menerimanya. Kami akan menerimanya dengan lapang dada. Karena tidak ada petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi dan sahabatnya. Dan tidak ada petunjuk yang patut diikuti kecuali petunjuk yang disampaikan oleh pemilik syari’at yaitu Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam.” Dan sebelumnya beliau mengatakan mengenai petunjuk Nabi dalam shalat, ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila hendak mendirikan shalat maka beliau mengucapkan: ‘Allahu Akbar’. Dan beliau tidak mengatakan satu lafadz pun sebelum takbir dan tidak pula melafadzkan niat sama sekali.” .
.
Judul full kajian: prinsip prinsip dakwah salafiyah | link video: https://youtu.be/4_bn_s2QvAQ

Instagram: dakwah.vidgram
Facebook: dakwah.vidgram
Twitter: dakwah_vidgram
Youtube: dakwah vidgram

#ustadzyazidabdulqadirjawas_dv
#yayanabuahmad
#niatsholat_dv
#kajian
#kajianislam
#kajiansunnah

    Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas

    Melafalkan niat tidak ada asalnya (tidak memiliki landasan) dalam agama Islam. Akan tetapi, hanya merupakan salah paham beberapa orang dari perkataan Imam Syafi’i ketika beliau mengatakan bahwa seseorang tidak sah (untuk) melakukan shalat kecuali harus dengan ucapan. Maksud dari ucapan beliau adalah ucapan takbiratul ihram, tetapi mereka menafsirkan dengan tafsir yang salah, yaitu melafalkan niat.

    Abul Abbas Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa bersuara keras membaca lafaz niat semisal ucapan ‘allahumma inni nawaitu an usholliya az zhuhra arba’a rakaatin, Allahu Akbar. Menurut beliau lafaz niat yang dibaca dengan keras adalah bid’ah dengan sepakat seluruh kaum muslimin.

    Mengingat tidak ada riwayat dari Nabi, tidak pula dilakukan oleh para shahabat semisal khulafaur rasyidin dan selainnya maka hal ini menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah ibadah yang dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah namun tanpa dasar berpijak yang akurat. Walhasil, hal tersebut tidaklah dituntunkan di dalam sholat.

    Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan dalam kitab beliau Zaadul Ma’ad, I/201, ”Jika seseorang menunjukkan pada kami satu hadits saja dari Rasul dan para sahabat tentang perkara ini (mengucapkan niat), tentu kami akan menerimanya. Kami akan menerimanya dengan lapang dada. Karena tidak ada petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi dan sahabatnya. Dan tidak ada petunjuk yang patut diikuti kecuali petunjuk yang disampaikan oleh pemilik syari’at yaitu Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam.” Dan sebelumnya beliau mengatakan mengenai petunjuk Nabi dalam shalat, ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila hendak mendirikan shalat maka beliau mengucapkan: ‘Allahu Akbar’. Dan beliau tidak mengatakan satu lafadz pun sebelum takbir dan tidak pula melafadzkan niat sama sekali.” .
    .
    Judul full kajian: prinsip prinsip dakwah salafiyah | link video: https://youtu.be/4_bn_s2QvAQ

    Instagram: dakwah.vidgram
    Facebook: dakwah.vidgram
    Twitter: dakwah_vidgram
    Youtube: dakwah vidgram

    #ustadzyazidabdulqadirjawas_dv
    #yayanabuahmad
    #niatsholat_dv
    #kajian
    #kajianislam
    #kajiansunnah

    12,507 627 19 August, 2019
    Semoga banyak yang tersindir

Wahai saudaraku, takutlah kepada Allah, dan takutlah terhadap adzabnya

Ketahuilah, bahwa apa-apa yang dilarang Allah dan RasulNya adalah untuk kebaikan kita, jangan biarkan syaitan berbahagia tatkala ia berhasil membuka pintu2 kemaksiatan didalam diri kita

Salah satu kerugian dan adzab yang langsung Allah berikan didunia tatkala kita (laki-laki) tidak menundukkan pandangan ialah

Allah akan cabut nikmatnya melihat wanita yang halal untuknya, sebagaimana istrinya yang cantik akan senantiasa kurang/tidak menarik dimatanya, dan mulailah kerenggangan dan keretakan dalam rumah tangga

Allah subhanahu wata’ala befirman

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” Al-Israa’: 32

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam rangka melarang hamba-hamba-Nya dari perbuatan zina dan larangan mendekatinya, yaitu larangan mendekati sebab-sebab dan pendorong-pendorongnya.” Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55

Semoga Allah senantiasa menjaga kita

Jazakumullahu khayran
Follow @yezerkiarfatihzarlis for more da'wah

#muslim #muslimah #kajianyuk #kajiansunnah #kajianislam #kajian #yezerkiarfatihzarlis #dakwah #islam #quran #sunnah #hijrah #salafy #indonesia

    Semoga banyak yang tersindir

    Wahai saudaraku, takutlah kepada Allah, dan takutlah terhadap adzabnya

    Ketahuilah, bahwa apa-apa yang dilarang Allah dan RasulNya adalah untuk kebaikan kita, jangan biarkan syaitan berbahagia tatkala ia berhasil membuka pintu2 kemaksiatan didalam diri kita

    Salah satu kerugian dan adzab yang langsung Allah berikan didunia tatkala kita (laki-laki) tidak menundukkan pandangan ialah

    Allah akan cabut nikmatnya melihat wanita yang halal untuknya, sebagaimana istrinya yang cantik akan senantiasa kurang/tidak menarik dimatanya, dan mulailah kerenggangan dan keretakan dalam rumah tangga

    Allah subhanahu wata’ala befirman

    وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

    Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” Al-Israa’: 32

    Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini

    Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam rangka melarang hamba-hamba-Nya dari perbuatan zina dan larangan mendekatinya, yaitu larangan mendekati sebab-sebab dan pendorong-pendorongnya.” Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55

    Semoga Allah senantiasa menjaga kita

    Jazakumullahu khayran
    Follow @yezerkiarfatihzarlis for more da'wah

    #muslim #muslimah #kajianyuk #kajiansunnah #kajianislam #kajian #yezerkiarfatihzarlis #dakwah #islam #quran #sunnah #hijrah #salafy #indonesia

    5,559 128 19 August, 2019